Siswa SMA/SMK Jabar Dilarang Bawa Motor Mulai 2026, Sekolah Wajib Siapkan Transportasi Bersama

- Penulis

Rabu, 25 Februari 2026 - 06:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Mulai tahun ajaran 2026/2027, pelajar SMA dan SMK di Jawa Barat tidak lagi diperbolehkan datang ke sekolah dengan sepeda motor pribadi. Kebijakan ini digagas oleh Gubernur Dedi Mulyadi sebagai langkah penataan keselamatan dan kedisiplinan pelajar.

Sebagai bentuk keseriusan, aturan tersebut disertai komitmen tertulis bermaterai yang harus ditandatangani bersama.

Langkah ini dimaksudkan agar seluruh pihak benar-benar mendukung penerapan kebijakan baru tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk menggantikan penggunaan motor pribadi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mendorong penerapan sistem transportasi kolektif.

Di wilayah dengan jumlah siswa yang cukup banyak, sekolah dan orang tua dianjurkan bekerja sama menyediakan kendaraan langganan guna mengantar dan menjemput pelajar setiap hari.

Baca Juga:  *Jenius dari Malang! Dr. Novalia Pishesha, Ilmuwan Harvard yang Taklukkan Dunia dengan Rekayasa Sel Darah Merah*

Pembiayaan operasional kendaraan dilakukan secara gotong royong oleh para orang tua. Skema ini dinilai lebih aman sekaligus menjadi solusi transisi sebelum tersedia layanan transportasi khusus pelajar dari pemerintah.

Selain meningkatkan keselamatan di jalan, kebijakan ini juga bertujuan membentuk kebiasaan hidup lebih hemat di kalangan siswa. Pasalnya, masih ditemukan pelajar yang kurang disiplin dalam penggunaan helm serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.

Pihak Disdik menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi yang solid antara sekolah dan orang tua dalam memastikan kebutuhan transportasi siswa tetap terpenuhi dengan aman dan tertib.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo
Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.
Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara
Menembak Begal*
‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha
Warga Rancaekek Gempar, Jasad Pria Ditemukan Mengambang di Sungai Citarik
KDS Berikan Beasiswa S2 untuk Duta Pesantren Kabupaten Bandung
Kekuatan Nama ‘Dedi’ di Jawa Barat: Kang Dedi Mulyadi Kumpulkan Sesama Pemilik Nama, Langsung Viral
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:59 WIB

Warga Gedebage Geger, Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Cinambo

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:50 WIB

Purworejo – Kurang lebih setahun tembok Omah Lembu Farm Desa Seren RT.02 RW. 06 Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo Jawa Tengah ambrol, ambrolnya tembok ini di duga akibat erosi dari sungai Dulang karena tidak adanya penahan arus sungai/ bronjong.

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Ogan Ilir Gerak Cepat Tangani Kebakaran Kantor Lurah Tanjung Raja Utara

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:55 WIB

‎Silaturahmi HMWS Bersama Mahasiswa Aceh Singkil Digelar Sukses dalam Tajuk Kenduri Hari Raya Idul Adha

Berita Terbaru

Berita

Menembak Begal*

Kamis, 28 Mei 2026 - 13:12 WIB