Keindahan dan Nikmatnya Berbuka di Bulan Ramadan

Berita73 Dilihat

KOMPAS1.id ||  Bulan suci Ramadan membawa kedamaian dan keberkahan yang melimpah. Di setiap rumah tangga Muslim, suasana terasa lebih hangat saat menanti waktu berbuka puasa. Semangat berbagi dan mempererat silaturahmi begitu terasa, menjadikan momen ini sebagai saat yang selalu dinantikan setiap hari sepanjang bulan penuh berkah.

Menjelang waktu berbuka, keluarga biasanya telah bersiap dengan berbagai hidangan istimewa. Meja makan ditata rapi dengan sajian khas berbuka, mulai dari kurma sebagai pilihan utama untuk membatalkan puasa, hingga aneka makanan berat dan pencuci mulut. Aroma harum masakan yang menggoda perlahan memenuhi ruangan, membangkitkan selera setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun di balik rasa lapar itu, hati tetap tenang dan dipenuhi rasa syukur.

banner 336x280

Ketika azan Magrib berkumandang, seluruh anggota keluarga berkumpul mengelilingi meja makan. Dengan hati yang tulus, mereka bersama-sama melantunkan doa berbuka puasa. Suara doa yang menyatu menghadirkan ketenangan yang mendalam, mengingatkan setiap jiwa akan nikmat dan kekuatan yang Allah SWT berikan selama menjalankan ibadah puasa.

Setelah doa dipanjatkan, kurma dan minuman segar menjadi santapan pertama untuk mengembalikan energi. Perlahan, hidangan utama pun dinikmati dengan penuh rasa syukur.

Suasana hangat dipenuhi canda dan cerita tentang aktivitas sepanjang hari. Momen ini bukan sekadar makan bersama, melainkan juga waktu untuk saling menguatkan, mengingatkan akan arti kesabaran, serta menumbuhkan keikhlasan dalam beribadah.

Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan dengan kerabat dan tetangga. Banyak keluarga yang mengundang saudara atau tetangga untuk berbuka bersama. Kebersamaan ini bukan hanya memperkuat hubungan antarmanusia, tetapi juga menjadi wujud kepedulian dan ibadah sosial yang bernilai pahala.

Lebih dari sekadar menikmati hidangan, berbuka puasa memiliki makna spiritual yang mendalam. Setiap tegukan air dan setiap suapan makanan menjadi pengingat akan nikmat yang sering kali terlupakan dalam keseharian. Rasa lapar dan dahaga yang dirasakan sepanjang hari menjadikan makanan sederhana terasa begitu istimewa.

Pada akhirnya, nikmat berbuka puasa bukan hanya terletak pada lezatnya makanan atau hangatnya kebersamaan keluarga. Ia adalah cerminan dari kesabaran, rasa syukur, dan kebaikan hati yang tumbuh selama bulan Ramadan.

Semoga setiap momen berbuka membawa keberkahan dan semakin mendekatkan hati kita kepada Sang Pencipta serta kepada sesama.(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *