AMPAS SOROTI DUGAAN DAGING MEUGANG BUSUK: SIAPA DIUNTUNGKAN DALAM PENGADAAN? ‎

Aceh Singkli237 Dilihat

Aceh Singkil kompas1.id –
Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS) melalui Sekjen Budi Harjo melontarkan kritik keras atas dugaan pembagian daging sapi Meugang yang sudah berbau busuk kepada sebagian warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, menjelang Ramadhan.

‎Menurut AMPAS, persoalan ini bukan sekadar soal daging tidak layak konsumsi, tetapi menyangkut transparansi dan integritas dalam proses pengadaan.
‎“Pertanyaannya sekarang, siapa yang diuntungkan dalam pengadaan daging ini? Apakah kualitas dikorbankan demi mengejar harga murah atau keuntungan tertentu?” tegas Budi Harjo.

AMPAS menduga ada indikasi kelalaian serius, bahkan potensi permainan dalam proses pengadaan dan distribusi. Jika daging sudah dalam kondisi tidak segar saat diterima warga, maka patut dipertanyakan:

‎Siapa rekanan atau pihak penyedia daging?

‎Bagaimana mekanisme penunjukannya?
‎Apakah ada proses seleksi dan standar kualitas yang jelas?

‎Siapa yang melakukan pengawasan sebelum daging dibagikan?

‎“Jangan sampai bantuan untuk rakyat justru menjadi ajang mencari untung oleh oknum tertentu. Ini menyangkut kesehatan masyarakat,” lanjutnya.

‎AMPAS mendesak pemerintah daerah dan instansi teknis terkait untuk:
‎Membuka secara transparan nama penyedia atau pihak pengadaan daging.
‎Mengumumkan nilai anggaran dan mekanisme pengadaan ke publik.
‎Melakukan audit menyeluruh terhadap proses distribusi.

‎Memberikan sanksi tegas jika ditemukan unsur kelalaian atau penyimpangan.
‎Budi Harjo menegaskan, jika persoalan ini tidak ditangani secara terbuka dan tegas, maka akan muncul kecurigaan publik bahwa ada pihak-pihak tertentu yang bermain di balik bantuan Meugang tersebut.
‎“Tradisi Meugang adalah simbol kebersamaan dan keberkahan menyambut Ramadhan. Jangan nodai dengan dugaan permainan pengadaan,” tutupnya.

‎Reporter Sabri

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *