POLDA DAN MABES DIMINTA TURUN TANGAN: TANGKAP MAFIA SOLAR DI PANIKI, DAENG AZWAR DIDUGA KAKI TANGAN JARINGAN MARKO–FRENLY

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas 1.id Minahasa Utara
Desakan publik kini naik level. Masyarakat Minahasa Utara secara terbuka meminta Polda Sulawesi Utara dan Mabes Polri segera turun tangan dan menangkap mafia BBM solar subsidi yang diduga beroperasi di Paniki Atas, Kecamatan Talawaan.

Nama Daeng Azwar (Azwar Aswat) kembali mencuat dan disebut masyarakat bukan pemain tunggal, melainkan diduga kuat bagian dari jaringan besar mafia solar. Dalam sorotan publik, Daeng Azwar disebut sebagai kaki tangan yang menjalankan operasional lapangan dari jaringan yang diduga dikendalikan oleh Marko dan Frenly.

Masyarakat menilai, jika dugaan ini benar, maka praktik penimbunan solar subsidi di Minahasa Utara bukan kejahatan biasa, melainkan kejahatan terstruktur, sistematis, dan masif yang berpotensi melibatkan alur distribusi ilegal lintas wilayah. Dugaan adanya jaringan membuat penanganan di tingkat Polres dinilai tidak cukup jika tanpa supervisi langsung dari Polda dan Mabes.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Publik menegaskan, jangan lagi terulang pola lama seperti kasus gudang BBM di Kema 1 Jaga 8 yang hingga kini dianggap tidak tuntas. Jika aparat di tingkat bawah tidak mampu atau tidak berani memberantas mafia solar, maka Polda dan Mabes wajib mengambil alih sepenuhnya.

Baca Juga:  ‎Perahu Karam di Perairan Aceh Singkil Ayah dan Anak Terombang-ambing di Sekitar Pulau Birahan

Masyarakat juga mengingatkan, jangan sampai muncul dugaan bahwa praktik mafia BBM dilindungi karena kekuatan uang dan setoran besar. Isu ini, benar atau tidak, hanya bisa dipatahkan dengan penangkapan nyata, penyitaan barang bukti, dan penetapan tersangka, bukan klarifikasi normatif semata.

Seragam dan jabatan adalah sumpah pengabdian. Publik mengingatkan kembali sumpah jabatan Polri—bahwa hukum harus ditegakkan demi rakyat, bukan demi mafia. Jika jaringan Marko–Frenly–Daeng Azwar benar ada dan dibiarkan, maka yang runtuh bukan hanya distribusi solar subsidi, tetapi marwah penegakan hukum itu sendiri.

Masyarakat Minahasa Utara kini menunggu sikap tegas negara:
Tangkap mafianya, bongkar jaringannya, atau biarkan publik menilai sendiri keberpihakan hukum di negeri ini.

(Noval).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petisi 26 Tolak Korupsi Kabupaten Bogor Menggema, Jhon Harimau: Hukum Para Koruptor!
APBK-P Aceh Singkil 2026 Dirancang Naik
Kodim 0708 Purworejo Gelar Bazar TNI Dan Serahkan Sembako Semarakkan HUT ke-81 TNI
Lansia 82 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Kesesi Pekalongan
Menolak Bodoh karena ‘Judol’*
Polres Aceh Singkil Mengucapkan Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71
Apel Pagi Rutin Kecamatan Bojongloa Kidul, Bahas Penandatanganan Kontrak Kerja
Emin Suryana (Zibril) Terpilih Memimpin Desa Taman Rahayu, Ajak Warga Kembali Bersatu
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:45 WIB

Petisi 26 Tolak Korupsi Kabupaten Bogor Menggema, Jhon Harimau: Hukum Para Koruptor!

Selasa, 22 September 2026 - 13:39 WIB

APBK-P Aceh Singkil 2026 Dirancang Naik

Selasa, 22 September 2026 - 06:05 WIB

Kodim 0708 Purworejo Gelar Bazar TNI Dan Serahkan Sembako Semarakkan HUT ke-81 TNI

Selasa, 22 September 2026 - 04:07 WIB

Lansia 82 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Kesesi Pekalongan

Selasa, 22 September 2026 - 03:41 WIB

Menolak Bodoh karena ‘Judol’*

Berita Terbaru

Uncategorized

APBK-P Aceh Singkil 2026 Dirancang Naik

Selasa, 22 Sep 2026 - 13:39 WIB