Tangisan Bumi, Ratapan Umat: Merenungi Dosa dan Memohon Ampunan

Agama, Berita75 Dilihat

KOMPAS1.id || jumat 13 Febuari 2026- di bawah langit yang sama yang menyaksikan perjalanan hidup kita, mari sejenak kita tundukkan kepala bersujud, merenungi betapa kecilnya diri kita di hadapan kebesaran-Nya. Kita hidup di dunia yang penuh dengan ujian dan cobaan yang sering menghampiri, di mana hati seringkali teralihkan oleh gemerlap duniawi, melupakan tujuan utama kita sebagai hamba Allah.

Saudaraku, pernahkah kita mendengar tangisan bumi? Bumi yang setiap hari menanggung dosa-dosa kita, perbuatan buruk yang kita lakukan, kesombongan yang kita tunjukkan. Bumi yang seharusnya kita jaga dan lestarikan, justru kita rusak dan eksploitasi. Lihatlah betapa banyak bencana alam yang terjadi, banjir, gempa bumi, tanah longsor, semua adalah akibat dari ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab.

banner 336x280

Hati ini bergetar, jiwa ini merintih, ketika melihat saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana, kehilangan tempat tinggal, kehilangan keluarga, bahkan kehilangan nyawa. Di manakah rasa kemanusiaan kita? Di manakah kepedulian kita terhadap sesama? Apakah kita hanya akan diam dan berpangku tangan, sementara mereka berjuang untuk bertahan hidup?

Kita seringkali lupa, bahwa dunia ini hanya sementara, bahwa semua yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah SWT. Jabatan, harta, kekuasaan, semua akan kita tinggalkan. Yang akan kita bawa hanyalah amal ibadah kita, perbuatan baik yang kita lakukan selama hidup di dunia.

Namun, betapa sering kita mengabaikan hal ini. Kita lebih sibuk mengejar duniawi, daripada mempersiapkan diri untuk akhirat. Kita lebih memilih bermaksiat, daripada beribadah. Kita lebih suka berfoya-foya, daripada bersedekah.

Saudaraku, ingatlah firman Allah SWT dalam Al-Quran, yang artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-Ankabut: 57)

Kematian adalah sesuatu yang pasti akan datang, namun kita seringkali melupakannya. Kita hidup seolah-olah kita akan hidup selamanya. Kita menunda-nunda untuk bertaubat, dengan alasan masih muda, masih banyak waktu. Padahal, kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput.

Oleh karena itu, marilah kita segera bertaubat kepada Allah SWT, memohon ampunan atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan. Mari kita perbaiki diri, menjadi pribadi yang lebih baik, yang lebih peduli terhadap sesama, yang lebih taat kepada Allah SWT.

Janganlah kita menjadi orang-orang yang merugi di akhirat kelak. Orang-orang yang menyesal karena telah menyia-nyiakan hidupnya di dunia. Orang-orang yang tidak memiliki bekal untuk menghadap Allah SWT.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan taufik-Nya kepada kita semua, sehingga kita dapat menjadi hamba-hamba-Nya yang saleh dan salehah.(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *