Ketua DPC LSM KPK RI Aceh Singkil, Dedi,S .Minta Agar Pengelola Dapur SPPG , Dan Dinas Kesehatan Bertanggung Jawab Tentang Santri Yang Di Duga Keracunan.Dari MBG.

Aceh Singkli40 Dilihat

Aceh Singkil komaps1.id – 13/2/2026Menanggapi berita dan pidio viral tetang kejadian  pada  35 santri pondok pesantren Darul Mustofa  desa bukit harapan kecamatan gunung meriah aceh Singkil,


‎Bukti Para santri dilarikan ke IGD RSUD Aceh Singkil dengan keluhan sakit perut, muntah, dan pusing usai menyantap makanan dari dapur penyedia program Makanan  Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola SPPG. Seorang santri bahkan mengaku makanan berbau tidak sedap saat kemasan dibuka.


‎Dedi Ketua LSM kpk RI Aceh Singkil  menyikapi atas dugaan dan keterangan dari berita di media yang telah beredar  ada pengakuan dari salah seorang santri, perlu di pertanyakan pada pengawas  MBG , mengapa makan tersebut  tidak terlebih dahulu di periksa, layak atau tidak layaknya makan tersebut di konsumsi pada anak santri ,

‎Apa bila berita ini benar maka jelas kelalaian pengawasan dari dapur mbg. Harus dapat di pertanggung jawap kan oleh dinas terkait tetang kejadian tersebut , karna  kelalaian dari pihak pengawasan dapur mbg mengakibatkan 35 santri jadi korban keracunan

‎Hal ini sangat mencoreng nama  dinas kesehatan dan kepala daerah  bisa juga menjadi  dugaan unsur kesengajaan yang di lakukan  oleh  pihak dapur mbg dan pengawas agar dinas terkait  dan kepemerintahan daerah  aceh Singkil menjadi buruk di mata publik.


‎Pandangan kami. Bila benar di awasi dengan maksimal  hal ini tindakan mungkin terjadi.
‎Pada santri Darul , Mustofa,
‎Kejadian ini saya berharap pada pihak Kepolisian Menyelidikinya dengan objektif  ,karna hal ini sudah menyangkut kesehatan dan keselamatan anak bangsa,agar tidak terjadi lagi pada santri, dan siswa, siswi yang mendapatkan makanan bergizi gratis ( MBG) di aceh Singkil ini.

‎Ketua DPC LSM KPK RI Dedi, S. Tegaskan untuk seluruh para guru sekolah se aceh Singkil. turut bekerja sama, Kroscek terlebih dahulu makanan , bergizi gratis itu benar benar layak baru di bagikan pada siswa, dan siswi. Apa bila  mendapatkan ada kelainan dengan contoh berbau basi atau kejanggalan lainya stop jangan di bagikan pada siswa dan siswi dan berikan laporan pada pihak berwajib.demi keselamatan dan kesehatan para santri.siswa dan siswi di aceh Singkil ini. Ungkapan Dedi  dengan tegas .

‎Reporter Sabri

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *