Pemerintah Aceh Berkomitmen Mengukur Ulang Luas Pengelolaan Lahan (HGU) Yang Bermasalah Di Aceh

- Penulis

Sabtu, 1 November 2025 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Aceh Singkil Kompas1.id

Pemerintah Aceh implementasi kan visi dan misi Gubernur Aceh” H.Muzakir Manaf” Langkah ini diawali dengan pelaksanaan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 8 Tahun 2025 tentang penataan HGU, yang menekankan pentingnya transparansi dan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan hukum agraria. Banda Aceh (1/11/2025)

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir, pada Jumat (31/10/2025) menggelar rapat dengan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh, Arinaldi, dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait, guna membahas tindak lanjut instruksi gubernur. Rapat tersebut berlangsung di ruang kerja Sekda di Kantor Gubernur Aceh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekda Nasir mengatakan, penataan ini difokuskan pada HGU yang masih aktif namun bermasalah, bukan HGU yang telah habis masa berlakunya.

“Kita akan memulai pelaksanaan salah satu visi-misi Gubernur Aceh terkait penataan ulang HGU. Yang kita tata adalah HGU bermasalah, bukan HGU mati,” kata Sekda Aceh.

Adapun kriteria HGU bermasalah adalah perusahaan diketahui mengelola lahan melebihi luas izin yang dimiliki dan mengklaim area di luar batas HGU. Kedua, perusahaan yang belum menunaikan kewajiban membangun kebun plasma bagi masyarakat sekitar. Dan ketiga, lahan HGU yang ditelantarkan perusahaan hingga tidak berproduksi.

“Pemerintah Aceh berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh untuk menentukan lokasi, perusahaan, dan mekanisme pengukuran ulang terhadap HGU yang terindikasi bermasalah,” kata Nasir.

Kita sedang mencari payung hukumnya supaya proses penataan betul-betul dapat kita pertanggung jawabkan secara hukum dan administratif,” ujarnya.

Menurut Nasir, persoalan perusahaan yang beroperasi di luar wilayah izin HGU telah menimbulkan banyak konflik di tengah masyarakat. Banyak masyarakat mengeluh lahan yang ditempatinya sejak puluhan tahun diklaim sebagai wilayah HGU. Oleh sebab itu, pengukuran HGU bermasalah menjadi kunci menyelesaikan konflik tersebut.

Selain itu, Nasir juga mengatakan, bahwa Pemerintah Aceh akan mengalihkan HGU yang sudah berakhir izinnya menjadi TORA atau Tanah Objek Reforma Agraria. Dimana lahan tersebut akan didistribusikan secara berkeadilan kepada masyarakat untuk menjaga keberlanjutan fungsi ekologis hutan Indonesia sekaligus untuk produktivitas perekonomian rakyat.

Baca Juga:  PT Sokfindo Lae Butar Sosialisasi Dengan Kelompok Tani Masyarakat Di Delapan Belas Kelompok Tani Tata Cara Yang Tepat
kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Aceh, Cut Huzaimah, mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti hasil rapat tersebut dengan membentuk tim teknis. Tim ini akan menentukan calon HGU yang akan diukur ulang serta menyusun database HGU bermasalah berdasarkan tiga indikator tadi.

“Kita akan mengajukan kebun-kebun yang perlu penataan ulang. Langkah awalnya adalah pembentukan tim dan penyusunan database HGU bermasalah,” ujar Cut Huzaimah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh Arinaldi menegaskan, dalam proses pengukuran ulang HGU aktif, pihaknya akan melibatkan langsung para pemegang hak untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

“Nanti akan ada produk hukum dari hasil pengukuran ini. Kita juga akan melihat integritas pemegang HGU, apakah mereka mendukung kebijakan Pemerintah Aceh atau tidak,” kata Kepala Kanwil BPN Aceh.

BPN juga mencatat sedikitnya 23 HGU di Aceh telah berakhir masa berlakunya. Lahan-lahan tersebut akan diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku, dan sebagian diusulkan menjadi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) untuk kepentingan masyarakat.

Selain HGU, pemerintah juga berencana menata sektor tambang untuk memastikan seluruh aktivitas pengelolaan sumber daya alam di Aceh berjalan sesuai peraturan dan memberi manfaat bagi daerah.

Selain narasi di atas beberapa tokoh masyarakat yang mewakili dari masyarakat Aceh Singkil, “Mustafa” Musliman” Munawir” Tajir tumangger ” mengapresiasi kinerja pemerintah Aceh karna sudah mendengarkan jeritan masyarakat Aceh , narasi ini menyampaikan kepada awak media,Cyber Nasional “Amri” pun minta tanggapan kepada beberapa tokoh yang di sebut di apermasalahan yang di nilai publik, yang tidak di pernah dia lakukan ,tetapi meringkuk di jeruji besi. Sebagai kata penutup kami tokoh muda masyarakat Aceh Singkil minta Tolong bantu kami ,pak gubernur dan pak Setda Aceh, karna hukum kami di Aceh Singkil , nilai tidak berpihak kepada masyarakat miskin dan lemah,ujarnya.
Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KECELAKAAN ANTAR MOTOR DI PEREMPATAN KOPO NYENGSERET ARAH PASAR LEUWIPANJANG.
KASI HUMAS IPTU MANSYUR DITUNJUK KOMANDAN UPACARA PENURUNAN BENDERA HUT RI KE-81 DI OGAN ILIR
TURUT BERDUKA CITA ATAS BERPULANGNYA IBU LINA, KAKA TERCIINTA DARI NOVI
Tim Percepatan Pembangunan Aceh Singkil Audiensi dengan Sekda Aceh
KEPALA DESA SUKABAKTI PIMPIN LANGSUNG UPACARA HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI.
SUASANA HANGAT AWAK MEDIA DAN BUPATI SINTANG BERSEDIH BERSAMA DI JIANGKIR FOOD & COFFEE
Dirgahayu RI ke-81, Kompas1.id Teguhkan Peran Pers Mengawal Pembangunan dan Aspirasi Rakyat
81 TAHUN INDONESIA MERDEKA, WARGA LANDAU BADAI BERTANYA: APAKAH KEMERDEKAAN SUDAH SAMPAI KE PELOSOK SILAT HULU?
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:38 WIB

KECELAKAAN ANTAR MOTOR DI PEREMPATAN KOPO NYENGSERET ARAH PASAR LEUWIPANJANG.

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:19 WIB

TURUT BERDUKA CITA ATAS BERPULANGNYA IBU LINA, KAKA TERCIINTA DARI NOVI

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:39 WIB

Tim Percepatan Pembangunan Aceh Singkil Audiensi dengan Sekda Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:29 WIB

KEPALA DESA SUKABAKTI PIMPIN LANGSUNG UPACARA HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI.

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:26 WIB

SUASANA HANGAT AWAK MEDIA DAN BUPATI SINTANG BERSEDIH BERSAMA DI JIANGKIR FOOD & COFFEE

Berita Terbaru