Kabar melegakan datang menjelang Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman — bahkan surplus besar!

Uncategorized15 Dilihat

Kompas1.id
Berdasarkan neraca cabai Februari–Maret 2026, produksi cabai rawit di Jabar pada Februari mencapai 34.463 ton, sementara kebutuhan hanya 16.578 ton. Artinya, ada surplus 17.885 ton. Lebih mengejutkan lagi, Maret diproyeksikan melonjak hingga 78.963 ton, dengan surplus fantastis 55.018 ton!

Untuk cabai besar atau cabai merah, kondisi juga tak kalah aman. Produksi Februari tercatat 32.398 ton dengan surplus 8.540 ton. Maret meningkat menjadi 38.703 ton dengan surplus 10.962 ton.

banner 336x280

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus mengawal produksi dan distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama Ramadan dan Lebaran.

“Penguatan produksi di daerah sentra dan pengendalian distribusi terus kami lakukan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi optimal,” tegasnya.

Jawa Barat sendiri ditopang luas panen besar di sejumlah daerah sentra seperti Kabupaten Bandung (400 ha), Garut (485 ha), dan Sumedang (250 ha).

Champion cabai Kabupaten Bandung, Juhara, menyebut pola tanam berjenjang membuat panen berlangsung terus-menerus. Sementara petani Garut memastikan produktivitas tetap terjaga meski menghadapi tantangan iklim.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan, Muh. Agung Sunusi, menambahkan bahwa pemantauan intensif terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dengan surplus puluhan ribu ton ini, masyarakat diharapkan bisa menjalani Ramadan tanpa kekhawatiran lonjakan harga cabai.

Ramadan makin dekat, stok cabai disebut aman. Kini publik menanti, apakah harga di pasar ikut stabil?

***Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *