Antrian Panjang Pembeli LPG 3 Kg di Jalan Lintas Sintang–Putussibau, Warga Kesulitan Dapatkan Gas Subsidi

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Sintang, Kalimantan Barat — Kelangkaan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram kembali dirasakan warga Kabupaten Sintang. Pantauan di lapangan pada Selasa, 4 Februari 2026, terlihat antrian panjang masyarakat yang mengular di Jalan Lintas Sintang–Putussibau, tepatnya di wilayah Sungai Ana, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang.
Dalam foto yang diambil sekitar pukul 10.53 WIB, puluhan warga tampak berjejer rapi sambil membawa tabung gas LPG 3 kg. Bahkan, sebagian warga sudah datang sejak pagi hari demi memastikan mendapatkan gas bersubsidi yang kini semakin sulit diperoleh. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi, meskipun harus rela berdesakan dan menunggu lama di bawah cuaca yang tidak menentu.

Menurut keterangan warga setempat, kelangkaan LPG 3 kg ini sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Pasokan yang datang ke pangkalan dinilai tidak sebanding dengan jumlah kebutuhan masyarakat, terutama bagi warga berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada gas bersubsidi tersebut untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

“Kalau tidak datang pagi-pagi, biasanya sudah habis. Padahal kami sangat butuh untuk masak di rumah,” ujar salah seorang warga yang ikut mengantri sambil menggenggam tabung gas kosong.
Kondisi ini membuat warga terpaksa menunggu berjam-jam, bahkan ada yang pulang dengan tangan hampa karena kehabisan stok. Tak sedikit pula warga yang mengeluhkan harga gas di tingkat pengecer yang melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga semakin memberatkan ekonomi masyarakat kecil.

Antrian panjang ini menjadi indikator nyata sulitnya akses LPG 3 kg di Sintang, khususnya di jalur lintas yang menjadi urat nadi aktivitas warga. Selain ibu rumah tangga, antrian juga dipenuhi oleh lansia dan pedagang kecil yang menggantungkan usahanya pada ketersediaan gas bersubsidi.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret, seperti menambah kuota distribusi, memperketat pengawasan penyaluran LPG subsidi, serta menindak tegas oknum yang diduga bermain dalam distribusi gas 3 kg.
Kelangkaan LPG 3 kg bukan hanya soal antrian panjang, tetapi juga menyangkut hajat hidup masyarakat kecil. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin menyulitkan warga Sintang dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Pewarta Effendy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Ekonomi Perbatasan, CU Tri Tapang Kasih Resmikan Kantor Cabang Baru di Ketungau Hulu
Denda Adat Rp23 Juta Tak Kunjung Dibayar, Warga Pertanyakan Ketegasan Pengurus Adat Lubuk Antuk
Kapolres Pimpin Langsung Penertiban Arena Sabung Ayam di Desa Keranji, Fasilitas Dibongkar dan Dibakar
Tambang Pasir “Mepet Jalan” di Sanggau: Ancaman Nyata di Jalur Vital Kalimantan
Tumpukan Pasir Dekat Badan Jalan di Sanggau Ancam Keselamatan Pengguna Jalan
Benda Sitaan Kejari Sanggau Diduga Dibongkar Diam-Diam, Aktivitas Misterius di Bantaran Sungai Picu Kecurigaan
Tragis di Jembatan Sungai Seberu: Truk Tangki Terjun ke Jurang, Sopir Tewas di Tempat
Empat Media Satu Suara: Kompas 1ID, Bidik Kasus, News, dan Gertak ID Mantapkan Barisan Kawal Kebenaran di Pedalaman Kalbar
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 13:27 WIB

Perkuat Ekonomi Perbatasan, CU Tri Tapang Kasih Resmikan Kantor Cabang Baru di Ketungau Hulu

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:49 WIB

Denda Adat Rp23 Juta Tak Kunjung Dibayar, Warga Pertanyakan Ketegasan Pengurus Adat Lubuk Antuk

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:26 WIB

Kapolres Pimpin Langsung Penertiban Arena Sabung Ayam di Desa Keranji, Fasilitas Dibongkar dan Dibakar

Minggu, 12 April 2026 - 09:10 WIB

Tambang Pasir “Mepet Jalan” di Sanggau: Ancaman Nyata di Jalur Vital Kalimantan

Minggu, 12 April 2026 - 08:55 WIB

Tumpukan Pasir Dekat Badan Jalan di Sanggau Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Berita Terbaru

Olahraga

Babak 32 Besar Piala Dunia FIFA 2026 Semakin Memanas! 🔥

Senin, 29 Jun 2026 - 03:42 WIB

Daerah

BERITA ACARA PENGAWASAN PENYELENGGARAAN ANGGARAN

Senin, 29 Jun 2026 - 02:48 WIB