Presiden Prabowo Tekankan Aksi Nyata: Persatuan Bangsa Jadi Kunci Atasi Kemiskinan dan Krisis Sampah

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id || Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa bangsa Indonesia masih dihadapkan pada pekerjaan besar, khususnya dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (02/02/2026).

Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk bersikap jujur dan berani mengakui bahwa di balik kekayaan alam yang melimpah, masih banyak rakyat Indonesia yang hidup dalam keterbatasan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Presiden, kondisi tersebut hanya dapat diatasi melalui persatuan, kepemimpinan yang bertanggung jawab, serta tekad bersama untuk melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Presiden menekankan pentingnya peran para pemimpin di semua tingkatan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pengelolaan lingkungan, agar kekayaan alam nasional benar-benar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan segelintir pihak.

Selain isu kemiskinan, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian serius pada persoalan sampah nasional yang kian mendesak.

Baca Juga:  Rapat Paripurna DPRD Pesawaran Sampaikan Rekomendasi LKPJ 2025, Perkuat Evaluasi Kinerja Pemerintah

Pemerintah, lanjut Presiden, akan meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai upaya terpadu dalam menangani persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Presiden mengungkapkan bahwa sebagian besar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Indonesia diperkirakan akan mengalami kelebihan kapasitas pada tahun 2028.

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini. Proyek tersebut diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menghasilkan energi serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga memperkenalkan gagasan program “gentengisasi” untuk menggantikan atap seng di kawasan permukiman rakyat.

Program ini ditujukan untuk menciptakan hunian yang lebih nyaman, sejuk, dan memiliki nilai estetika yang lebih baik. Presiden berharap, ke depan, wajah permukiman Indonesia tidak lagi identik dengan karat dan kesan kumuh, melainkan mencerminkan kebangkitan bangsa yang kuat, indah, dan masyarakat yang sejahtera.(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil
Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang
VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas
Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook
Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan
Ngahiji Dina Napas, Raga-Rasa-Jiwa: Seni Pernapasan Usik Budi Bawana Tekankan Harmoni Fisik dan Spiritual
Dedi Mulyadi Lontarkan Peringatan Keras: Pengawasan Dana Desa Makin Ketat, Penyimpangan Tak Akan Dibiarkan
Sentra Abiyoso dan Dinsos Gelar Sunatan Massal Gratis untuk Anak Kurang Mampu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:06 WIB

‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:02 WIB

Kunjungan Kerja Anggota DPD RI Amaliah Sobli, Serap Aspirasi Warga Desa Rantau Panjang

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:15 WIB

VS Aesthetic Clinic: Dedikasi Kecantikan dengan Sentuhan Hati dan Profesionalisme Tanpa Batas

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:31 WIB

Mantan Menteri Ristek Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:16 WIB

Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Modus Pelemparan, 2 Petugas Diganjar Piagam Penghargaan

Berita Terbaru