LEBAK – Media Kompas1.id-
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Badak Banten Perjuangan (BBP) Kabupaten Lebak, Dede Kodir, memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis terkait langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak yang menyalurkan kupon Pasar Murah Ramadan ke seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Lebak.
Menanggapi program tersebut, Dede Kodir menegaskan agar proses distribusi kupon dilakukan dengan transparan dan tepat sasaran. Ia meminta kepada seluruh Camat dan Kepala Desa (Kades) sebagai garda terdepan penyaluran untuk memastikan bahwa penerima manfaat adalah murni warga yang kurang mampu.
“Kami menyambut baik program Pasar Murah ini karena sangat membantu beban ekonomi masyarakat di bulan Ramadan. Namun, saya ingatkan kepada para Camat dan Kepala Desa agar kupon ini benar-benar jatuh ke tangan masyarakat yang membutuhkan, bukan berdasarkan kedekatan atau faktor lainnya,” ujar Dede Kodir dalam keterangan persnya, Senin (02/02/2026).
Dede Kodir menekankan bahwa transparansi dalam pembagian kupon sangat krusial agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Ia berharap para aparatur desa melakukan validasi data yang akurat sebelum kupon diserahkan.
“Jangan sampai warga yang secara ekonomi mampu justru mendapatkan kupon, sementara warga yang benar-benar kesulitan malah terlewatkan. Ini adalah amanah yang harus dijaga oleh para pejabat di tingkat kecamatan dan desa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ormas Badak Banten Perjuangan menyatakan akan ikut serta dalam melakukan fungsi kontrol sosial di lapangan. Dede Kodir menginstruksikan seluruh jajaran pengurus BBP di tingkat kecamatan (DPAC) hingga desa untuk ikut memantau proses jalannya Pasar Murah Ramadan tersebut.
“Kami akan ikut mengawal. Jika ditemukan adanya penyimpangan atau ketidaktepatan sasaran, kami tidak akan segan untuk melaporkan dan menyuarakan hal tersebut demi kepentingan rakyat kecil,” pungkas Dede.
Program Pasar Murah Ramadan Pemkab Lebak sendiri bertujuan untuk menekan laju inflasi dan membantu akses pangan murah bagi masyarakat selama bulan suci. Masyarakat yang mendapatkan kupon nantinya dapat menukarkannya dengan paket sembako dengan harga yang telah disubsidi pemerintah.
Reporter Aris Prastio.
















