Warga Kaum Lebak Bosan Hampir 15 Tahun Terkena Banjir : Padahal Kami Berada Dijantung Kota pemerintah kabupaten Lebak tutup mata,

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lebak-Media Kompas1.id
Warga Kampung Kaum Lebak tepatnya di RT 02 RW 08, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menjerit, karena setiap hujan turun air masuk kedalam rumah warga. Kondisi yang sangat memperihatinkan tersebut sudah berjalan hampir 15 tahun.

RT 02 Kampung Kaum Lebak Eprijal mengatakan bahwa pihaknya beberapa bulan yang lalu sudah melayangkan surat Proposal kepada pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Lebak, bahkan hingga ditembuskan kepada pihak DPRD. Namun, hingga saat ini belum ada realisasi perbaikan.

“Di Kampung Kaum Lebak ini setiap hujan turun pasti air masuk kedalam rumah dan terjadi banjir bahkan, kondisi ini sudah terjadi hampir 15 tahun. Saya juga sudah berupaya dengan cara melayangkan surat proposal permohonan kepada Dinas Perkim bahkan saya tembusakan kepada Bupati Lebak, Ketua DPRD Lebak dan pihak Kecamatan Rangkasbitung dan kepada pihak Kelurahan agar ada perbaikan di wilayah kami, namun hingga saat ini belum juga diperbaiki,”ujar
Eprijal pada awak media, Minggu 11 Januari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eprijal meminta agar Dinas terkait peduli terhadap warga Kaum Lebak khususnya yang terdampak bajir di RT 02 RW 08. Kata ia, semua warga memiliki hak yang sama dimata pemerintah daerah Kabupaten Lebak, ia memohon agar pemerintah peduli dan memperhatikan warga serta memberikan rasa adil terhadap warga.

“Dengan melihat kondisi seperti ini, setiap kali turun hujan air masuk kedalam rumah warga, barang-barang rumah kebanjiran, kotoran juga masuk kedalam rumah. Tentu, kondisi ini sangatlah miris dan saya sangat merasa perihatin padahal Kampung Kaum Lebak lokasinya berada di Jantung Kota tidak jauh dari Kantor Pemerintahan Kabupaten Lebak,”kata Eprijal.

Eprijal juga mengatakan bahwa isi peromohonan Proposal yang diberikan kepada Dinas Perkim itu berisi permohonan perubahan saluran atau pembuatan Drainase yang baru.

Baca Juga:  Diduga Fitnah Empat Wartawan, FWS Surati Dindik Lebak dan Siap Tempuh Jalur Hukum

Karena, kata ia, pembangunan yang di inisiai dengan Jargon “Kotaku” itu tidak berjalan dan saluran airnya tidak berfungsi sehingga terjadi penyumbatan air.

“Kami berharap agar permohonan proposal kami untuk perbaikan Drainase ini segera direaliasikan oleh Pemerintah melalui Dinas Perkim. Karena, selain air yang telah menyumbat itu masuk kerumah-rumah warga, juga dikhawatirkan menimbulkan penyakit dari sampah atau kotoran yang bercampur dengan air,”katanya.

Ia juga berharap pemerintah segera meninjau lokasi rumah warga yang terkena banjir serta air yang menyumbat di wilayah tersebut.

“Selama ini tidak pernah ada pihak dari pemerintah yang peduli dan melakukan peninjauan terhadap kondisi kami. Mereka hanya meminta info-info saja, tentu kami sudah bosan dengan kondisi seperti ini. Jadi, sekali lagi kami meminta dan memohon agar pemerintah segera melakukan perbaikan,”harapnya.

Sementara itu, Heru warga setempat yang terkena banjir mengaku sudah lelah dan bosan dengan kondisi tersebut.

“Sebelum ada program Kotaku ini sudah terjadi banjir dan setelah ada Program Kotaku juga tetap saja banjir bahkan saat ini lebih parah. Kami juga heran, kenapa tidak ada sama sekali kepekaan dan kepedulian dari pemerintah dengan kondisi kami yang sangat lelah karena sering kebanjiran. Rumah kami kena kotoran yang mungkin bercampur dengan air dan bahkan kalau ini dibiarkan bisa juga berpotensi rumah saya dan rumah warga sekitar hancur karena sering terkena air. Dengan ada media kami berterimkasih, dan saya harap dapat mendorong kepada pemerintah agar segera memperbaiki saluran air ini, karena kami sudah lelah dan sudah bosan dengan kondisi ini,”kata Heru.

( Reporter Aris Prastio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“GAMMA Ultimatum Kejari Lebak: Dugaan Korupsi Proyek Alun-alun dan Puskesmas Disorot, Aksi Unjuk Rasa Segera Digelar”
Ribuan Masa Akan Aksi Depan Pemda Lebak,Soroti Pernyataan Bupati Pada Acara Halal Bihalal
Seleksi KI Pusat Dipersoalkan Dua Komisioner Banten Ajukan Gugatan Ke PTU N Jakarta
Karang Taruna Kancil Mas Santuni 70 Anak yatim Dalam Rangka Halal Bihalal
Isu Transaksi-Jual beli Jabatan di Lebak semakin Memanas, Advokat Ayi Ruba’i Desak Penyelidikan Transparan
Forum wartawan Banten Gelar Diskusi dan buka puasa bersama pengawas Disnaker di serang
Kuasa Hukum Erwan SH,” Tegaskan Tuduhan Pelecehan terhadap Anggota DPRD Kota Serang Adalah Fitnah Yang Kejam*
Waww.!!! Dapur MBG Yayasan Bhakti Nusantara Di Tegalwangi Pangkas Anggaran Demi Untung Besar
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 00:25 WIB

“GAMMA Ultimatum Kejari Lebak: Dugaan Korupsi Proyek Alun-alun dan Puskesmas Disorot, Aksi Unjuk Rasa Segera Digelar”

Rabu, 1 April 2026 - 02:27 WIB

Ribuan Masa Akan Aksi Depan Pemda Lebak,Soroti Pernyataan Bupati Pada Acara Halal Bihalal

Senin, 30 Maret 2026 - 12:40 WIB

Seleksi KI Pusat Dipersoalkan Dua Komisioner Banten Ajukan Gugatan Ke PTU N Jakarta

Minggu, 29 Maret 2026 - 11:42 WIB

Karang Taruna Kancil Mas Santuni 70 Anak yatim Dalam Rangka Halal Bihalal

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:12 WIB

Isu Transaksi-Jual beli Jabatan di Lebak semakin Memanas, Advokat Ayi Ruba’i Desak Penyelidikan Transparan

Berita Terbaru