Sekolah Air Hujan Diperkenalkan Pada Reses DPRD Kota Palu, Dorong Kemandirian Air Masyarakat

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 01:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palu.Sulteng.Kompas1.id
Dalam rangkaian Reses Masa Persidangan III Tahun 2025, Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona, menggagas kolaborasi dengan Komunitas Banyu Bening Yogyakarta untuk memperkenalkan konsep Sekolah Air Hujan dan program pemberdayaan masyarakat bertajuk Teras Bermakna.

Kegiatan reses ini dilaksanakan secara tatap muka dan daring dengan menghadirkan Sri Wahyuningsih, pendiri Komunitas Banyu Bening sekaligus pelopor Sekolah Air Hujan yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan air hujan sebagai sumber air alternatif yang berkelanjutan.

Jadwal Sri Wahyuningsih yang sudah di agendakan oleh Mutmainah Korona sangat padat dengan menjalin Silaturahmi ke
Walikota Palu bersama 4 OPD Pengampu (Dinas PU, Perkim, BPBD dan DLH) dan Kepala Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam dialog daring, Sri Wahyuningsih menjelaskan bahwa air hujan tidak hanya menjadi solusi ekologis, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan masyarakat. Air hujan memiliki pH netral dan, apabila dikelola dengan baik melalui sistem penampungan yang tepat, dapat dimanfaatkan sebagai sumber air sehat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap air tanah.

Sejalan dengan hal tersebut, Mutmainah menyampaikan bahwa konsep Sekolah Air Hujan akan diuji coba di wilayah utara Kota Palu, khususnya Kecamatan Tawaeli dan Palu Utara, sebagai upaya mendorong kemandirian air dan ketahanan lingkungan warga.

Sebagai bagian dari implementasi program, pemasangan ISLAH (Instalasi Sistem Lumbung Air Hujan) dilakukan sejak 27 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026 di tiga titik Kota Palu. Titik pertama berada di rumah Taslima di Kelurahan Pantoloan Boya, Kecamatan Tawaeli. Titik kedua berlokasi di rumah Siti Abriah di Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli. Sementara titik ketiga berada di wilayah Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, yang dikelola oleh Ahmad selaku Ketua RT.

Baca Juga:  Miris!!! Sejak Berdiri Tahun 1999 hingga 2025, Aceh Singkil Masih Bertahan Dengan Hutan Nipah dan Mangrove Di Tengah Kota.

Pemasangan ISLAH ini menjadi langkah konkret dalam mendukung konservasi air hujan di tingkat rumah tangga dan lingkungan permukiman.
Program Sekolah Air Hujan dan pemasangan ISLAH ini sejalan dengan prinsip Bangunan Hijau sebagaimana diatur dalam standar bangunan ramah lingkungan, yang menekankan efisiensi dan konservasi air melalui pemanenan air hujan, pengendalian limpasan air hujan, serta peningkatan kualitas lingkungan bangunan. Penerapan prinsip tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan kota hijau sekaligus memperkuat ketahanan air masyarakat perkotaan.

Selain Sekolah Air Hujan, Mutmainah juga memperkenalkan Teras Bermakna sebagai ruang edukasi sosial yang mewadahi berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan anak muda. Program ini meliputi pojok baca dan nonton bersama, majelis kajian Cahaya Bermakna, akademi kewirausahaan dan anak muda, sekolah air hujan dan green action, kelas kepemimpinan perempuan, serta pelatihan pengelolaan keuangan dan wirausaha produktif.
Sumber ; Ainaya Nurfadila

@AndiSuka_1-2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!
FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.
Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.
Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:56 WIB

FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Berita Terbaru