Belajar Pada Kang Emil (RK)

Bandung159 Dilihat

Oleh : Idat Mustari**
KOMPAS1.ID Bandung
Ridwan Kamil yang lebih popular Kang Emil dan dan inisial RK. Kemunculannya di pentas politik diawali dengan pencalonannya di Piwalkot Bandung 2013, bersama pasangannya alm Oded Md (Rido), dan dinyatakan sebagai pemenang. Padahal pada waktu itu, Kang Emil bukan sosok terkenal bagi orang Bandung, namun dalam konsep teologis kekuasaan adalah hak prerogatif Tuhan. Di dalam Al Quran,” _Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan_ _kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut_ _kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki_ _dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala_ _kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa_ _atas segala sesuatu.”_ (QS. Lukman : 26)

Kelihaiannya seorang RK membranding dirinya di era digital berhasil membius jutaan manusia, dari seorang walikota kemudian jadi Gubernur Jawa Barat. Bukan saja berhasil membuat banyak anak muda jatuh cinta, bahkan emak-emak sangat mengidolakannya. Kang Emil jadi idola kaum ibu  karena kepribadian yang cinta keluarga,hangat dengan keluarga dan terlalu mencintainya istrinya (Bu Cinta). Di berbagai tempat kaum emak-emak akan berebut bisa selfie dengan Kang Emil. Bahkan ada celetukan bercanda yang jadi viral dari emak-emak   “minta satu saja disisakan” untuk Ridwan Kamil.

banner 336x280

Tak seorang pun rasanya menyangsikan kecerdasan Kang Emil. Kang Emil adalah sosok teknokrat, arsitek. Karya-karyanya diakui dikancah internasional. Berbagai penghargaan diraihnya. Di podium Kang Emil pun menunjukan kelasnya, bukan kaleng-kaleng, lebih dari satu kali saya menyaksikan-mendengar secara langsung Beliau berpidato memberikan sambutan. Sambutannya  mencerminkan dirinya sebagai seorang intelektual jebolan  Institut Teknologi Bandung (ITB) dan University of California, Berkeley.

Pernah pula saya menyaksikan langsung Kang Emil  memberikan sambutan dalam sebuah acara menggunakan bahasa Arab. Namun saat Kang Emil memberikan sambutan baik menggunakan bahasa Indonesia, Inggris dan Arab sekalipun, dalam perhatian saya adalah ciri khas dari beliau adalah logat sundanya tampak kental sekali. Hingga kemudian di pentas Pilpres 2024, Kang Emil termasuk salah seorang yang diisukan bakal jadi calon presiden atau wakil presiden berasal dari Jawa Barat.

Hari esok memang gaib. Tak seorang pun tahu,” Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.” (QS. Lukman : 34). Sejak kekalahannya di Pilgub Jakarta, Kang Emil pun diterpa isu tak sedap, sosok perempuan Lisa Mariana muncul di publik mengaku punya hubungan asmara hingga punya  anak. Di akhir tahun 2025 publik dikejutkan dengan adanya berita gugatan cerai dari istrinya  Atalia Praratya (Bu Cinta) sebab Kang Emil dan Bu Cinta dikenal sebagai couple goal.  Kang emil pun diisukan punya hubungan Asmara dengan perempuan lain selain Lisa. Banyak  warganet, terutama kaum ibu, mendadak panik dan berbondong-bondong menelusuri jejak digital mereka di akun Kang Emil.

Aksi masif ini bukan tanpa alasan. Para ibu ini berupaya keras menghapus komentar-komentar lama mereka yang berisi harapan agar suami mereka memiliki perilaku, khususnya dalam hal romansa dan kesetiaan, yang mirip seperti Ridwan Kamil saat ia masih sering menunjukkan kemesraan dengan sang istri, Atalia Praratya.

Upaya penyelamatan jejak digital ini terekam jelas dalam sebuah unggahan video di Instagram milik pengguna akun @handayani1507. Video tersebut memperlihatkan suasana panik mencari dan menghapus komentar-komentar lama.

“Semoga doaku belum malaikat acc soalnya saking ngefansnya komenku banyak sekali,” tulis @handayani1507 dikutip Beritasatu.com, Minggu (28/12/2025). Konten panik ini langsung disambut tawa oleh warganet lain, menciptakan dinamika percakapan yang kocak dan viral.

Hari Ini Kang Emil tidak lagi sedang jadi sosok idola banyak orang, sebaliknya kang Emil sedang jadi sosok pelajaran banyak orang. Bergilirnya waktu dari  malam ke siang, siang ke malam. Juga Bergilirnya masa kejayaan menjadi kehancuran, semua itu adalah Kuasa Allah. Bahkan tidak ada sehelai daun pun yang gugur melainkan atas kehendak Nya.  Allah Berkuasa atas segala sesuatu. Allah Mampu Mengubah segalanya. Dari sosok Kang Emil terkhusus bagi para politisi pembelajarannya adalah bahwa citra bisa dibangun tetapi kepercayaan tidak bisa direkayasa.

Semoga tulisan ini tidak termasuk ghibah, tapi seperti pepatah klasik mengatakan,” _Belajar dari kesalahan diri sendiri agar dirimu jadi cerdas, dan_ _belajar dari kesalahan orang lain agar dirimu jadi bijak.”_

Wallahu’alam

***Penulis Pemerhati Sosial*

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *