Proyek Rehabilitasi SMK Negeri 1 Sungai Penuh Diduga Asal Jadi, Atap Bergelombang dan Cat Tidak Sesuai Harapan Jadi Sorotan

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Penuh Kompas1.id
Proyek rehabilitasi ruang kepala sekolah dan ruang guru di SMK Negeri 1 Sungai Penuh, yang bersumber dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pekerjaan dengan nilai anggaran sebesar Rp150.133.000 (termasuk pajak) itu diduga dikerjakan secara asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Senin.10 November 2025.

Pantauan media ini di lapangan menunjukkan bahwa atap bangunan tampak bergelombang dan tidak terpasang rapi, sehingga menimbulkan dugaan adanya pengerjaan yang tidak sesuai ketentuan. Kondisi tersebut membuat hasil proyek terlihat kurang berkualitas dan dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.

Selain itu, pekerjaan pengecatan juga menjadi sorotan. Cat terlihat menggantung, tidak merata, bahkan pada beberapa bagian sudah tampak mengelupas. Hasil akhir pekerjaan cat jauh dari yang diharapkan, sehingga memperkuat dugaan bahwa proyek ini tidak dilakukan dengan standar pengerjaan yang baik.

proyek yang berlokasi di Desa Sungai Liuk, Kota Sungai Penuh, ini dikerjakan oleh CV. Gemilang Indah Mandiri dengan waktu pelaksanaan 60 hari kalender melalui tahun anggaran 2025.

Sejumlah warga berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jambi tidak tinggal diam dan segera meninjau kembali hasil pekerjaan tersebut. Mereka meminta agar dinas terkait bertindak tegas terhadap pelaksana proyek jika ditemukan adanya unsur kelalaian atau pekerjaan yang tidak sesuai kontrak.

“Dinas Pendidikan harus tegas. Kalau pekerjaan seperti ini dibiarkan, kualitas bangunan sekolah akan terus menurun,” ujar salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat juga menekankan pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap proyek pembangunan dan rehabilitasi di lingkungan sekolah, agar dana pendidikan benar-benar digunakan secara maksimal untuk kepentingan siswa dan tenaga pendidik.

(Deni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar dari Gelombang Panas Prancis: Pentingnya Kesadaran Menghadapi Perubahan Iklim
*4 Jam di Bumi Hulonthalo: Presiden Prabowo Tutup PENAS XVII 2026, Tegaskan Petani Nelayan Tulang Punggung Bangsa*
Dari Jakarta ke Limboto: Presiden Prabowo Hadiri Penutupan PENAS XVII 2026
Wapres Gibran Respons Aspirasi Warga, Revitalisasi Sekolah 3T di Ende Jadi Prioritas
HARTA MENTERI PARIWISATA MELONJAK NYARIS Rp1 TRILIUN, KINI CAPAI Rp6,3 TRILIUN
Harta Menpar Melonjak Nyaris Rp1 T: Bukti Nyata Mengabdi pada Negara (atau pada Rekening Pribadi?)
Kapal Tongkang Pengangkut Batu Bara Tenggelam di Pantai Pangandaran
Aksi Aliansi Perempuan Indonesia di Jakarta Tertahan Polisi, Bawa Tiga Tuntutan Utama
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:00 WIB

Belajar dari Gelombang Panas Prancis: Pentingnya Kesadaran Menghadapi Perubahan Iklim

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:06 WIB

*4 Jam di Bumi Hulonthalo: Presiden Prabowo Tutup PENAS XVII 2026, Tegaskan Petani Nelayan Tulang Punggung Bangsa*

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:02 WIB

Dari Jakarta ke Limboto: Presiden Prabowo Hadiri Penutupan PENAS XVII 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 03:06 WIB

Wapres Gibran Respons Aspirasi Warga, Revitalisasi Sekolah 3T di Ende Jadi Prioritas

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:40 WIB

HARTA MENTERI PARIWISATA MELONJAK NYARIS Rp1 TRILIUN, KINI CAPAI Rp6,3 TRILIUN

Berita Terbaru

Uncategorized

Menghadapi “Panggangan” Terik di Bumi Sumatera

Kamis, 2 Jul 2026 - 01:11 WIB