* BODOH KUADRAT*

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 09:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_0

Oplus_0

Bandung Kompas1id
Oleh : Idat Mustari**
Di setiap sisi kehidupan manusia selalu ada hikmah yang bisa jadi pelajaran. Terutama mereka kaum sufi selalu saja menemukan terminoligi tentang manusia, misalnya tentang tingkatan ke – tahu – an manusia. Menurut kaum sufi, seperti  Imam Al-Ghazali, membagi  manusia menjadi empat tipe:

Pertama, “Seseorang yang tahu (berilmu) dan dia tahu bahwa dia tahu”
(Rojulun Yadri wa Yadri Annahu Yadri). Orang ini tergolong kaum bijaksana
(al-hukamā’), yang harus diikuti dan dimintai pendapat dan
wawasannya. Orang ini adalah tipe orang berilmu. Ini adalah manusia yang memiliki kematangan psikologis. Ini adalah tipe yang paling baik. Kita butuh ilmu dari orang seperti ini. Duduk bersamanya akan menambah wawasan dan kearifan diri. Tipe manusia ini adalah tipe manusia berkualitas.

Orang ini bisa disebut ‘Alim = Mengetahui.  yang harus kita lakukan adalah Mengikutinya. Apalagi kalau kita masih termasuk dalam golongan orang yang awam . yang masih butuh banyak diajari . maka sudah seharusnya kita mencari orang yang seperti ini, duduk bersama dengannya akan menjadi pengobat hati.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua, “Seorang yang tahu tetapi dia tidak tahu kalau dirinya tahu. (Rojulun Yadri wa Laa Yadri Annahu Yadri). Kaum sufi mengibaratkan
orang ini tertidur. Maka dia harus dibangunkan dan disadarkan
akan kelebihannya yang bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan
orang lain. Tipe orang seperti ini adalah orang yang punya potensi, bakat jadi orang hebat, tetapi ia tidak menyadarinya. Orang seperti ini butuh motivasi. Biasanya jika termotivasi maka berubah jadi tipe yang pertama.

Baca Juga:  KUA Banjaran Gelar Bimbingan Perkawinan Bagi 16 Calon Pasangan Pengantin

Ketiga, “Seseorang yang tidak tahu tetapi dia tahu bahwa dirinya tidak tahu. (Rojulun Laa Yadri wa Yadri Annahu Laa Yadri). Menurut Imam Ghazali, jenis manusia ini masih tergolong baik. Sebab, ini jenis manusia yang bisa menyadari kekurangannnya. Ia bisa mengintropeksi dirinya dan bisa menempatkan dirinya di tempat yang sepantasnya. Ia sadar diri atas keterbatasan pengetahuannya. Orang seperti ini bisa mengkontrol dirinya untuk tidak melakukan apa yang tidak diketahuinya.

Keempat.” Seseorang yang tidak Tahu (tidak berilmu), dan dia tidak tahu kalau dirinya tidak Tahu. (Rojulun la yadri wa la yadri annahu la yadri ). Dan menurut Imam Ghazali, inilah adalah jenis manusia yang paling buruk. Ini jenis manusia yang selalu merasa mengerti, selalu merasa tahu, selalu merasa memiliki ilmu, padahal ia tidak tahu apa-apa.

Repotnya manusia jenis seperti ini susah disadarkan, kalau diingatkan ia akan membantah sebab ia merasa tahu atau merasa lebih tahu. Jenis manusia seperti ini, paling susah dicari kebaikannya. Orang macam inilah yang disebut “bodoh kuadrat”, karena selain bodoh juga tidak tahu akan kebodohannya sendiri. Di kalangan kaum sufi untuk orang yang bodoh kuadrat disebut  jāhil murakkab yaitu orang bodoh yang tidak menyadari kebodohannya sendiri. Parahnya lagi jika orang seperti ini menjadi pemimpin.

Tipe keempat ini sangat sulit diberitahu, disadarkan. Kata orang sunda “Merekedeweng.” Udah salah ngeyel. Tentu kita berharap tidak termasuk ke tipe ini. Sebab kata Nabi Isa as,”Hanya kematianlah yang bisa menghapus sifat dari orang seperti ini.”
Wallahu’alam

** Penulis Seorang Al-Faqir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
KOMBES TRI SUHARTANTO RESMI PIMPIN POLRESTA BANDUNG, TEKANKAN KEBERLANJUTAN PELAYANAN PUBLIK
Detik-Detik TPS Terminal Doro Terbakar Dipicu Angin Kencang, Polisi dan Damkar Pekalongan Baku Cepat Padamkan Api
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”

Berita Terbaru