Bupati Bandung Hadir di Tengah Tengah 280 Bidan Desa Kegiatan Pertemuan Program Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

- Penulis

Rabu, 3 September 2025 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung KOMPAS1.id
Bupati Bandung Dadang Supriatna hadir di tengah-tengah 280 bidan desa se-Kabupaten Bandung dalam kegiatan pertemuan program pelayanan kesehatan ibu dan anak di Gedung Indoor Si Jalak Harupat Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Selasa (2/9/2025).

Kegiatan ini diinisiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Ratusan bidan desa itu adalah para pejuang dan penyelamat ibu-ibu hamil yang melahirkan, selain penyelamat bayi yang baru lahir.

Pada saat itu hal yang mengejutkan dari Bupati Dadang Supriatna akan memberikan reward atau penghargaan kepada para bidan desa, yaitu berupa tiket ibadah umrah ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah Arab Saudi. Selain itu pemberian beasiswa bagi para bidan yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau melanjutkan kuliah S-2.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hadiah itu akan diberikan kepada para bidan desa yang berhasil menurunkan angka kematian ibu yang melahirkan. Sekaligus menurunkan angka kematian bayi yang baru lahir di Kabupaten Bandung, karena saat ini angka kematian ibu melahirkan dan bayi yang baru lahir masih tinggi.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengutarakan, ratusan bidan desa yang hadir pada kesempatan itu berupaya untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya, sehingga ibu-ibu hamil bisa melahirkan bayi dengan selamat.

“Ibu yang melahirkan itu dihadapkan dengan bertaruh nyawa. Saya berharap bahwa ketelitian, ketelatenan yang dilaksanakan oleh ibu-ibu sebagai bidan desa semoga mendapatkan pahala dari Allah SWT. Aamiin yra,” tuturnya.

Kang DS mengatakan kegiatan pertemuan program pelayanan kesehatan ibu dan anak, berkaitan dengan program strategis nasional dalam penanganan stunting.

“Ada anak lahir kategori stunting. Kategori stunting ini ada kemungkinan, berdasarkan penelitian kekurangan gizi makanan saat ibunya hamil. Sehingga ada ibu melahirkan anaknya berusia 2 tahun, berat badannya 10 kg. Yang seharusnya, minimal 12 kg. Ada juga yang lahir karena takdir,” katanya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung berharap kepada bidan desa ini, tidak hanya bertugas membantu kelahiran ibu hamil saja. Tetapi melakukan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat secara umum.

“Edukasi itu penting. Saya yakin kalau bidan desa itu bergerak dari awal, ibu-ibu hamil dikasih penjelasan dan pendampingan terkait dengan pemberian makanan yang sehat dan bergizi hingga proses melahirkan anak-anak yang tumbuh sehat,” katanya.

Ia mengatakan bidan desa ini melakukan pendampingan kepada ibu hamil yang melahirkan di ruang persalinan desa, rumah sakit, puskesmas atau poned yang ada rawat inap.

“Berdasarkan data, angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Bandung masih tinggi. Faktor apa? Apakah faktor ibunya sendiri misalnya, karena kurang vitamin dan faktor lainnya. Mari kita sama-sama instrospeksi, dan evaluasi serta diskusikan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  10 HARI MENJABAT KAPOLRES CIMAHI.AKBP MOH FARUK ROZI UNGKAP PULUHAN KASUS DAN SITA RATUSAN RIBU BUTIR OKT DAN MIRAS

Kang DS juga mengucapkan terima kasih kepada para bidan desa yang sudah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga ibu-ibu hamil yang melahirkan selamat dan dalam kondisi sehat.

“Saya berharap bidan desa terus mengawal ibu-ibu hamil hingga saat melahirkan dan merawat anak-anaknya. Karena hal itu menyangkut nyawa manusia,” ucapnya.

Bupati Bedas menuturkan tercatat sekitar 22 ribu anak-anak di Kabupaten Bandung kategori stunting. Untuk memulihkan kembali anak-anak stunting itu, maka harus ada proses penyelamatan.

“Harus ada solusi untuk menangani anak-anak stunting itu. Saya juga minta data kepada para bidan desa, berapa data bayi lahir dan berapa anak yang masih kategori stunting,” katanya.

Kang DS mengatakan untuk penanganan 22 ribu anak-anak kategori stunting itu membutuhkan anggaran miliaran rupiah, sehingga berapa anggaran dari APBD Kabupaten, Provinsi dan APBN.

“Intervensi anggaran itu di antaranya untuk program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan anak-anak kategori stunting. Dengan harapan di Kabupaten Bandung pada tahun 2026 zero stunting,” katanya.

Bupati Bandung akan terus mensupport para bidan desa yang membantu ibu-ibu hamil hingga ibu hamil itu melahirkan anak-anak sehat.

Mengingat, kata dia, ada lima hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Pertama, peningkatan sumber daya manusia yang profesional dan paham digitalisasi, kedua pemanfaatan big data, ketiga penguatan riset dan pengembangan (research and development), keempat pembangunan institusi yang kuat, dan kelima pengelolaan anggaran (keuangan) yang baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung dr. Hj. Yuli Irnawaty Mosjasari mengatakan bahwa kegiatan pertemuan program pelayanan kesehatan ibu dan anak ini untuk meningkatkan kemampuan bidan desa dalam menangani faktor risiko dan memberikan tindakan yang tepat kepada ibu hamil, persalinan dan bayi baru lahir yang berisiko tinggi.

“Kegiatan itu juga untuk meningkatkan kompetensi dan komunikasi efektif. Kami ini langsung bertemu dengan masyarakat di desa-desa, dan agar kami semua dapat meningkatkan pelayanan dan kepuasan masyarakat. Dan menerima pelayanan kami di bidang kesehatan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DALDUKPPA) Kabupaten Bandung H. M Hairun turut hadir dalam kegiatan Pertemuan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak yang bertempat di Indoor SJH.

Menurut Hairun pertemuan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, demi terwujudnya generasi Kabupaten Bandung yang sehat, tangguh, dan berdaya saing.

“Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mendorong kesejahteraan keluarga serta mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan

Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
KOMBES TRI SUHARTANTO RESMI PIMPIN POLRESTA BANDUNG, TEKANKAN KEBERLANJUTAN PELAYANAN PUBLIK
Detik-Detik TPS Terminal Doro Terbakar Dipicu Angin Kencang, Polisi dan Damkar Pekalongan Baku Cepat Padamkan Api
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”

Berita Terbaru