Kompas1.id BOLTIM, Sulawesi Utara – Pergantian pucuk pimpinan Polri dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Komjen Suyudi Ario Seto disambut harapan baru oleh penambang rakyat di Bolaang Mongondow Timur.
Ketua APRI Boltim Hendra Abarang mengatakan, ada perbedaan filosofi yang kuat di dua era tersebut.
“Kalau di era Pak Listyo Sigit, semboyannya Polisi Untuk Masyarakat, dengan Presisinya. Itu sudah bagus, polisi melayani rakyat,” ujar Hendra.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Namun di era Pak Suyudi Ario Seto, kami bersama masyarakat Boltim menangkap semangat baru: Polisi Bersama Masyarakat. Artinya polisi tidak hanya untuk rakyat, tapi berjuang bersama rakyat, merasakan kesulitan rakyat,” lanjutnya.
Menurut Hendra, semangat “Bersama Masyarakat” inilah yang paling dibutuhkan penambang Boltim hari ini.
“Kami tidak butuh ditertibkan saja. Kami butuh ditemani, dibersamai sampai 25 titik WPR ini jelas peta dan batasnya, sampai IPR bisa kami urus. Itu makna Polisi Bersama Masyarakat yang sebenarnya,” tegas Hendra.
APRI Boltim berharap di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto, Polri di daerah benar-benar hadir sebagai mitra yang mengawal kepastian hukum, bukan hanya sebagai alat penertiban.
“Selamat bertugas Jenderal Suyudi. Penambang Boltim menunggu Polisi Bersama Masyarakat yang nyata di lapangan,” pungkasnya.
(Noval).
Editor : Mitra Jaring (Noval).










