Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim

- Penulis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id BOLTIM – Sulawesi Utara, Aktivis Sulawesi Utara, Yudi Batalipu angkat bicara terkait rencana penertiban tambang emas rakyat di Bolaang Mongondow Timur yang gencar disuarakan belakangan ini.

Yudi mengingatkan, penertiban tanpa solusi yang terukur dan nyata berisiko memicu masalah sosial baru yang lebih besar daripada masalah legalitas itu sendiri.

“Sebagian besar masyarakat Boltim, tambang adalah sumber penghasilan utama, satu-satunya. Ketika aktivitas dihentikan karena persoalan legalitas, sementara ruang legal dan proses perizinan belum jelas, masyarakat kehilangan mata pencaharian secara tiba-tiba,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampaknya berantai. Pendapatan keluarga berkurang drastis, pengangguran bertambah, daya beli masyarakat di kampung-kampung menurun, tekanan ekonomi rumah tangga meningkat. Dalam kondisi ketidakpastian yang berkepanjangan, potensi gesekan antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah sangat terbuka.

Baca Juga:  Ketua DPW IWOI Jateng: Pernyataan "Londo Ireng" Sangat Menyakitkan, Jurnalistik Pilar Demokrasi yang Tak Boleh Direndahkan*

“Karena itu pemerintah provinsi, kabupaten, dan sosial kontrol tidak cukup hanya mendorong penertiban. Setiap penertiban harus dibarengi solusi. Jika masyarakat diminta berhenti, harus tersedia kepastian WPR, akses IPR, dan alternatif penghidupan,” tegas Yudi.

Ia mendesak Pemprov Sulut segera memperjelas titik dan batas WPR serta mempercepat IPR secara transparan. Dengan legalitas jelas, pembinaan soal keselamatan kerja dan lingkungan justru lebih mudah dilakukan.

(Noval).

Editor : Noval

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
KOMBES TRI SUHARTANTO RESMI PIMPIN POLRESTA BANDUNG, TEKANKAN KEBERLANJUTAN PELAYANAN PUBLIK
Detik-Detik TPS Terminal Doro Terbakar Dipicu Angin Kencang, Polisi dan Damkar Pekalongan Baku Cepat Padamkan Api
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Pasien Sesak Parah Dipaksa Sewa Ambulans Luar, Ada Apa dengan RSKK Parakanmuncang ?
POLRES PURWOREJO TANGGAPI KEKERINGAN: BANTUAN AIR BERSIH MENGALIR KE DUSUN WONOSARI
Cara Bedain Bos yang Jenius dan Bos yang
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”

Senin, 28 September 2026 - 23:14 WIB

KOMBES TRI SUHARTANTO RESMI PIMPIN POLRESTA BANDUNG, TEKANKAN KEBERLANJUTAN PELAYANAN PUBLIK

Senin, 28 September 2026 - 00:57 WIB

Detik-Detik TPS Terminal Doro Terbakar Dipicu Angin Kencang, Polisi dan Damkar Pekalongan Baku Cepat Padamkan Api

Berita Terbaru