
*GARUT KOMPAS I.ID* –
Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (DPD LASQI) Kabupaten Garut menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Tahun 2026 bertempat di Aula STAINUS Garut, Rabu (23/9/2026).
Rakerda tahun ini mengusung tema *”Membangun Kebersamaan dan Meningkatkan Kualitas Program Kerja Untuk LASQI yang Lebih Berdaya”*. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD LASQI Garut, Dewan Pertimbangan, perwakilan Pemerintah Daerah, serta perwakilan DPC LASQI se-Kabupaten Garut.
Rakerda bertujuan untuk mengevaluasi program kerja tahun sebelumnya dan menyusun rencana kerja strategis tahun 2026-2027, khususnya dalam pembinaan seni Islami, qasidah, dan pemberdayaan generasi muda religius di Kabupaten Garut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, disampaikan empat sambutan penting, diantaranya:
*1. Sambutan Ketua Panitia Rakerda DPD LASQI Kabupaten Garut, Didin Nurdin, S.Pd..*
Ketua Panitia menyampaikan laporan kesiapan acara dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Rakerda. Ia menegaskan bahwa Rakerda ini menjadi momentum konsolidasi organisasi untuk menyatukan visi dan langkah seluruh pengurus.
“Kami berharap hasil Rakerda ini menghasilkan program kerja yang tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar membumi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Garut, terutama dalam pelestarian seni budaya Islami,” ujarnya.
*2. Sambutan Ketua DPD LASQI Kabupaten Garut, Zaenal Ma’ruf, S.T., KOM..*
Ketua DPD LASQI Kabupaten Garut dalam sambutannya menekankan pentingnya kekompakan dan regenerasi pengurus. Ia menyebut LASQI harus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“LASQI bukan sekadar organisasi seni, tapi wadah dakwah. Kita harus membangun kebersamaan, memperkuat pembinaan di tingkat kecamatan, dan meningkatkan kualitas festival qasidah agar Garut bisa kembali berprestasi di tingkat provinsi bahkan nasional,” tegasnya.
Ia juga mendorong penguatan pelatihan vokal, musik religi, dan Bina Qasidah di pondok pesantren.
*3. Sambutan Ketua Dewan Pertimbangan DPD LASQI Kabupaten Garut, KH. Rd. Heri Ahmad Jawari.*
Ketua Dewan Pertimbangan memberikan arahan dan nasihat tentang pentingnya menjaga marwah LASQI sebagai organisasi yang menjunjung tinggi etika dan budaya.
Menurutnya, LASQI harus menjadi perekat umat dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan karakter masyarakat yang religius dan berbudaya.
“Program kerja harus selaras dengan visi Kabupaten Garut yang agamis. Jaga silaturahmi, jaga kekompakan, dan niatkan setiap kegiatan sebagai ibadah,” pesan Ketua Dewan Pertimbangan.
*4. Sambutan Bupati Garut yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sekdis Disparbud) Kabupaten Garut, Mia Herlina, S.STP.,M.Si..*
Mewakili Bupati Garut, Sekdis Disparbud Kabupaten Garut menyampaikan apresiasi Pemerintah Daerah atas peran aktif LASQI dalam memajukan seni dan budaya Islami di Garut.
Pemerintah Daerah, kata dia, sangat mendukung keberadaan LASQI karena sejalan dengan program pembangunan di bidang keagamaan dan kebudayaan.
“Atas nama Bupati Garut, kami menyambut baik Rakerda ini. LASQI adalah mitra strategis Disparbud dalam pelestarian seni qasidah sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah. Kami berharap LASQI terus bersinergi dengan pemerintah untuk menjadikan Garut sebagai kabupaten yang berbudaya dan religius,” ujarnya.
Ia juga berharap Rakerda dapat melahirkan rekomendasi dan program unggulan yang dapat disinergikan dengan program Disparbud Kabupaten Garut tahun 2026.
Acara Rakerda kemudian dilanjutkan dengan sidang komisi untuk membahas program kerja bidang organisasi, bidang pembinaan seni dan qasidah, serta bidang humas dan kerjasama, dan diakhiri dengan pembacaan hasil keputusan Rakerda.
BAKOMDIGI LASQI
Wa Ratno












