Antrean BBM Mengular di Sejumlah SPBU Sintang, Masyarakat Minta Pemerintah Segera Ambil Langkah Konkret

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 05:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
SINTANG, KALBAR — Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Kondisi tersebut terlihat di sejumlah SPBU, dengan kendaraan roda dua maupun roda empat harus mengantre dalam waktu yang cukup lama untuk mendapatkan BBM, khususnya Pertalite.

Situasi ini dinilai semakin menyulitkan masyarakat yang setiap hari bergantung pada BBM untuk bekerja, berdagang, mengangkut barang, maupun menjalankan aktivitas lainnya.

Keluhan mengenai panjangnya antrean bukan persoalan baru. Pada September 2026, sejumlah laporan media juga mencatat masyarakat Sintang harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan Pertalite.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan visual yang diterima memperlihatkan antrean kendaraan yang cukup padat di area SPBU. Kendaraan tampak berbaris panjang hingga memenuhi area antrean. Kondisi tersebut menggambarkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM di tengah persoalan distribusi yang belum sepenuhnya teratasi.

Distribusi Terkendala Kondisi Kemarau

Persoalan distribusi BBM di Sintang disebut turut dipengaruhi kondisi kemarau dan menurunnya debit air sungai. Pemerintah Kabupaten Sintang sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda, Hiswana Migas, OPD terkait dan Pertamina untuk membahas penyaluran BBM bersubsidi.

Gangguan distribusi melalui jalur sungai menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena kondisi perairan berpengaruh terhadap proses pengangkutan pasokan BBM menuju wilayah Sintang. Laporan RRI pada September 2026 juga menyebut kondisi kemarau ikut memengaruhi distribusi BBM ke Sintang.

Namun demikian, persoalan yang dihadapi masyarakat tidak hanya menyangkut ketersediaan pasokan. Kapasitas pelayanan SPBU, pola distribusi, pengawasan pembelian BBM bersubsidi, serta potensi pembelian secara berulang juga perlu diperiksa secara menyeluruh.

Masyarakat Minta Solusi, Bukan Sekadar Penjelasan

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama Pertamina dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar antrean tidak terus berulang.

Sebelumnya, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala telah meminta Pertamina memperbaiki distribusi Pertalite dan memastikan pasokan BBM bersubsidi kepada masyarakat berjalan lancar. Pemerintah daerah juga meminta adanya pengawasan terhadap pengisian yang tidak wajar, termasuk penggunaan tangki kendaraan yang dimodifikasi dan pengisian berulang.

Baca Juga:  Dugaan Intimidasi, Kekerasan, dan Ancaman terhadap Aktivis Saat Demonstrasi Dinilai Mencederai Demokrasi

Kepolisian juga telah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Kapolres Sintang meminta Pertamina dan pengelola SPBU mencari solusi agar pelayanan BBM kepada masyarakat tidak terganggu.

Bahkan, aparat sebelumnya menemukan kendaraan dengan tangki modifikasi yang diduga digunakan untuk menampung BBM bersubsidi. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya pengawasan agar BBM bersubsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak.

Pemerintah Perlu Pastikan Distribusi Tepat Sasaran

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan rapat dan pemantauan, tetapi juga memastikan ada langkah yang terukur di lapangan.

Beberapa langkah yang dapat diperkuat antara lain memastikan jadwal dan volume pasokan setiap SPBU, memperbaiki koordinasi distribusi, meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan yang melakukan pengisian berulang, menindak penyalahgunaan BBM bersubsidi sesuai ketentuan, serta memastikan kapasitas pelayanan SPBU mampu mengantisipasi lonjakan antrean.

Pemerintah Kabupaten Sintang sebelumnya juga telah membentuk tim terpadu yang turun ke sejumlah SPBU untuk menyampaikan solusi terkait sulitnya masyarakat memperoleh Pertalite. Tim tersebut mendatangi enam SPBU, di antaranya Lintas Melawi, Tugu Beji, Tugu BI, KM 4, Abang Adek dan KM 10.

Di sisi lain, harga BBM di tingkat pengecer juga dilaporkan meningkat akibat sulitnya memperoleh Pertalite melalui SPBU. Kondisi tersebut berpotensi semakin membebani masyarakat apabila berlangsung berkepanjangan.

Karena itu, masyarakat Sintang meminta Pemerintah Kabupaten Sintang, Pertamina, aparat penegak hukum dan instansi terkait segera mencari jalan keluar yang permanen terhadap persoalan antrean BBM.

BBM merupakan kebutuhan penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Antrean yang berlangsung terlalu lama tidak hanya menyita waktu warga, tetapi juga dapat menghambat mobilitas, pekerjaan dan kegiatan perekonomian.

Masyarakat membutuhkan kepastian: BBM tersedia, distribusi lancar, pelayanan tertib dan penyaluran subsidi tepat sasaran.

Jurnalis: Effendy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎AMPAS Soroti Temuan Rp348 Juta di Dinkes Aceh Singkil, Kejari Diminta Bertindak
Ponpes Yamisa Gelar Haul Akbar, Jamaah Membanjiri Lokasi
Lindungi Karya dan Produk Lokal, Pemkab Lampung Utara Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual
Koramil Kemiri Bersama Polsek dan Warga Cek Lokasi Pasca Kebakaran Lahan di Desa Samping
Sinergi Kemanusiaan: LFR Perkuat Koordinasi Bersama BPBD Kota Bandung Tekan Risiko Bencana
Rapat Paripurna DPRK Subulussalam: Disetujui Bersama Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Tahun 2025
MENANG TIPIS! SURYA BIN SAMID NOMOR URUT 1 RESMI TERPILIH JADI KEPALA DESA MEKARWANGI
Pemkab Lampung Utara Perketat Pengendalian Harga, Sinkronkan Program Nasional
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 07:08 WIB

‎AMPAS Soroti Temuan Rp348 Juta di Dinkes Aceh Singkil, Kejari Diminta Bertindak

Rabu, 23 September 2026 - 05:52 WIB

Antrean BBM Mengular di Sejumlah SPBU Sintang, Masyarakat Minta Pemerintah Segera Ambil Langkah Konkret

Selasa, 22 September 2026 - 23:16 WIB

Ponpes Yamisa Gelar Haul Akbar, Jamaah Membanjiri Lokasi

Selasa, 22 September 2026 - 15:57 WIB

Lindungi Karya dan Produk Lokal, Pemkab Lampung Utara Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual

Selasa, 22 September 2026 - 12:17 WIB

Koramil Kemiri Bersama Polsek dan Warga Cek Lokasi Pasca Kebakaran Lahan di Desa Samping

Berita Terbaru