
Ketua Palang Merah Indonesia ( PMI) Kabupaten Bandung, H. Asep Deni Ramdani, SIP, .A.Md, dan Kepala UDD PMI Kab Bandung, dr. Hendra Gunawan mengikuti Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Unit Pengelola/Donor Darah (UDD) PMI tingkat regional II yang diselenggarakan di Batam ( 11 – 14 /8/26).
Keikutsertaan pimpinan PMI Kabupaten Bandung menegaskan komitmen kuat dalam memperkuat tata kelola unit donor darah, meningkatkan mutu layanan, serta menjamin ketersediaan darah yang aman dan memadai bagi masyarakat.
Rapat Kerja Teknis Unit Pengelola/Donor Darah yang diikuti oleh Ketua PMI Kabupaten Bandung, Asep Deni Ramdani ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan kebijakan, standar operasional, dan langkah-langkah teknis pengelolaan darah di seluruh unit donor darah di bawah koordinasi PMI.
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan PMI dari berbagai provinsi/kabupaten/kota, ini membahas sejumlah isu penting, mulai dari standardisasi prosedur donor darah, penguatan sistem informasi manajemen UDD, hingga strategi percepatan pemenuhan kebutuhan darah di fasilitas kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PMI Kabupaten Bandung, Asep Deni Ramdani menekankan bahwa ketersediaan darah yang aman, cukup, dan tepat waktu merupakan bagian dari upaya perlindungan sosial dan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat
“Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bagian dari sistem kesehatan yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya di sela-sela Rakernis.
Melalui forum Rakernis ini, PMI daerah juga menyerap sejumlah arahan dari PMI pusat dan pemangku kepentingan terkait, termasuk penguatan koordinasi dengan dinas kesehatan, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Sinergi lintas sektor ini dinilai krusial untuk memastikan distribusi darah dapat berjalan efektif, terutama dalam situasi darurat, bencana, maupun kebutuhan rutin pasien di rumah sakit.
Lebih lanjut, Asep Deni menyampaikan bahwa PMI Kabupaten Bandung akan mengintensifkan pelatihan bagi tenaga teknis, relawan, dan petugas UDD agar mampu menerapkan standar prosedur yang ketat, termasuk dalam hal skrining donor, pengolahan komponen darah, serta penjaminan mutu laboratorium.
Dengan kehadiran langsung pimpinan PMI Kabupaten Bandung diharapkan implementasi hasil Rakernis dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan ketersediaan darah bagi masyarakat Kabupaten Bandung.
Jurnalis : Dhany.












