MENGENAL GUNUNG LALAKON: “GUNUNG TEMPAT BERLAKON” DENGAN SITUS BATU PALAWANGAN,BATU KURSI DAN BATU TAPAK

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*
– Gunung Lalakon di perbatasan Kecamatan Kutawaringin dan Margaasih, Kabupaten Bandung, bukan sekadar destinasi pendakian. Di balik ketinggiannya, tersimpan jejak sejarah, spiritualitas, dan cerita rakyat yang sudah berlangsung ratusan tahun.

Salah satu titik yang paling menarik perhatian adalah *Situs Batu Palawangan* di kawasan Kampung Badaraksa, Desa Jelegong. Batu besar yang tersusun menyerupai gerbang ini diduga peninggalan zaman megalitikum dan menjadi penanda spiritual menuju puncak.

*Asal-usul Nama “Lalakon”*
Pertanyaan yang sering muncul: siapa yang memberi nama dan kenapa disebut Gunung Lalakon?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga kini belum ada prasasti resmi. Namun menurut cerita para sesepuh dan tokoh masyarakat setempat, nama “Lalakon” berasal dari bahasa Sunda *”ngalalakon”* yang berarti _perjalanan hidup, bertirakat, atau lakon_.

*Ketua Tokoh Pemuda Desa Jelegong, H. Dian Farid, S.H.*, menjelaskan makna nama tersebut.

*”Gunung Lalakon disebut Lalakon karena dari dulu tempat ini dipakai orang untuk ngalalakon. Dulu para leluhur, bahkan ada cerita terkait Prabu Siliwangi, bertapa dan mencari ketenangan di sini. Jadi ini gunung tempat terjadinya lakon, tempat orang menempuh perjalanan spiritual,”* ujar Dian Farid.

*”Nama Lalakon sudah ada sejak zaman dulu. Di cerita warga turun-temurun, gunung ini sakral. Makanya ada Batu Palawangan, Batu Kursi, dan situs lain. Semua itu bagian dari sejarah kita yang harus dijaga pemuda,”* lanjutnya.

Baca Juga:  ANTISIPASI BALAP LIAR, POLSEK MARGAASIH SAMBANGI BENGKEL DI MEKARRAHAYU

Versi lain menyebut “Lalakon” karena gunung ini menjadi saksi banyak peristiwa atau “lakon” dalam sejarah Sunda, sehingga oleh masyarakat dinamakan demikian.

*Batu Palawangan dan Potensinya*
Batu Palawangan sendiri diartikan sebagai “pintu gerbang”. Lokasinya bisa ditempuh 1-2 jam pendakian dari Desa Jelegong. Selain nilai sejarahnya, tempat ini juga menyuguhkan pemandangan Bandung Selatan dan sering dijadikan lokasi napak tilas, upacara adat, hingga kegiatan kepemudaan.

Salah satunya rencana *pengibaran bendera 10×5 meter secara estafet oleh 1000 pemuda* saat HUT ke-81 RI yang rutenya finish di puncak Lalakon.

Dian Farid mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk datang dengan cara yang bijak.
*”Silakan datang, pakai pemandu lokal, jaga kebersihan, dan hormati karena ini tempat yang disakralkan warga. Mari kita lestarikan Gunung Lalakon bukan hanya sebagai tempat wisata, tapi juga sebagai warisan budaya,”* tegasnya.

Dengan segala cerita dan situs di dalamnya, Gunung Lalakon kini menjadi perpaduan wisata alam, sejarah, dan spiritual yang terus dijaga oleh masyarakat Kutawaringin. *Tim Liputan.Linggaraja*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru