
Harga LPG bersubsidi 3 kilogram di Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, dilaporkan masih bertahan di kisaran Rp35.000 hingga Rp37.000 per tabung. Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan pemerintah daerah terhadap distribusi gas bersubsidi yang seharusnya dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Keluhan masyarakat bukan kali pertama disampaikan. Namun hingga kini, harga di tingkat konsumen disebut belum mengalami penurunan yang signifikan. Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk menelusuri penyebab tingginya harga di lapangan.
”Kami meminta pemerintah tidak hanya menerima laporan, tetapi turun langsung memeriksa pangkalan dan jalur distribusi. Masyarakat berhak mendapatkan LPG bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan,” kata Rudi, warga Gunung Meriah, Kamis (6/8/2026).
Menurut Rudi, jika pengawasan berjalan optimal, pemerintah seharusnya dapat mengetahui apakah tingginya harga dipicu oleh biaya distribusi, permainan di tingkat penyalur, atau adanya dugaan pelanggaran lain. Ia menegaskan, apabila ditemukan penjualan di atas HET, penimbunan, atau penyimpangan distribusi, pemerintah harus segera mengambil tindakan sesuai kewenangannya.
Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pemerintah daerah memiliki peran melakukan pengawasan distribusi LPG bersubsidi melalui sidak, pembinaan kepada pangkalan, serta berkoordinasi dengan instansi terkait dan aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi pelanggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terlihat adanya langkah resmi pemerintah daerah terkait keluhan masyarakat tersebut. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya mengenai sejauh mana pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi di wilayah Gunung Meriah telah dilakukan.
Awak media telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil, Rully Suhaidi, SKM. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atau keterangan resmi.
Redaksi akan terus berupaya memperoleh penjelasan dari pemerintah daerah, pihak agen, maupun PT Pertamina Patra Niaga untuk mengetahui penyebab tingginya harga LPG 3 kilogram di Kecamatan Gunung Meriah serta memastikan apakah terdapat penyimpangan dalam rantai distribusinya.
Reporter Sabri








