Bantah Isu Lingkungan, SPPG Wonosegoro Justru Jadi Motor Ekonomi Warga Boyolali.

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Pihak pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandung Wonosegoro 2 di Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, memberikan klarifikasi terkait operasional fasilitas penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut. Manajemen menegaskan bahwa seluruh proses produksi hingga pengelolaan lingkungan di lokasi SPPG telah dijalankan secara ketat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Bandung Wonosegoro, Kumaidi, menyampaikan bahwa komitmen terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar senantiasa menjadi prioritas utama.

Fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dibangun di lokasi juga dipastikan menggunakan teknologi terkini serta diawasi langsung oleh tenaga ahli di bidangnya untuk memastikan sisa air olahan aman sebelum dialirkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sangat terbuka terhadap pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kehadiran petugas untuk mengambil sampel beberapa waktu lalu justru menjadi bagian dari prosedur rutin kami untuk memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga baik dan sesuai regulasi,” ujar perwakilan manajemen.

Baca Juga:  Menunggu 8 Jam Malah Dibully: Bobroknya Etika Pelayanan Kesehatan Pasien BPJS

Di sisi lain, keberadaan SPPG Bandung Wonosegoro 2 ini mendapat respons positif dari sebagian besar warga setempat karena memberikan dampak ekonomi yang nyata. Dengan kapasitas produksi mencapai 2.077 porsi per hari untuk 12 sekolah dan tiga desa, fasilitas ini berhasil menyerap puluhan tenaga kerja lokal, mulai dari tenaga memasak, pengemasan, hingga armada distribusi.

Beberapa warga sekitar yang ditemui juga menyatakan bahwa kondisi lingkungan sekitar relatif normal dan mereka merasa nyaman dengan adanya aktivitas di SPPG.

Selain lingkungan yang tetap terjaga, warga mengapresiasi multiplier effect dari program MBG ini yang secara langsung membuka peluang kerja baru dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat di Kecamatan Wonosegoro.

Pihak pengelola berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu sepihak dan berkomitmen untuk terus bersinergi dengan instansi teknis serta warga sekitar demi kelancaran program nasional pemenuhan gizi ini. ( Mr. Bien )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kodim 0708 Purworejo Gelar Bazar TNI Dan Serahkan Sembako Semarakkan HUT ke-81 TNI
Lansia 82 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Kesesi Pekalongan
Menolak Bodoh karena ‘Judol’*
Polres Aceh Singkil Mengucapkan Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71
Apel Pagi Rutin Kecamatan Bojongloa Kidul, Bahas Penandatanganan Kontrak Kerja
Emin Suryana (Zibril) Terpilih Memimpin Desa Taman Rahayu, Ajak Warga Kembali Bersatu
Leganya Warga Kesesi Pekalongan, Deretan Jeriken Akhirnya Terisi Air Bersih Bantuan Propam Polri
Wali Kota HRB Gencarkan Kampanye Literasi, Lahirkan Generasi Penerus Jejak Syekh Hamzah Fansyuri
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 06:05 WIB

Kodim 0708 Purworejo Gelar Bazar TNI Dan Serahkan Sembako Semarakkan HUT ke-81 TNI

Selasa, 22 September 2026 - 04:07 WIB

Lansia 82 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Kesesi Pekalongan

Selasa, 22 September 2026 - 03:41 WIB

Menolak Bodoh karena ‘Judol’*

Selasa, 22 September 2026 - 03:37 WIB

Polres Aceh Singkil Mengucapkan Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

Selasa, 22 September 2026 - 01:32 WIB

Apel Pagi Rutin Kecamatan Bojongloa Kidul, Bahas Penandatanganan Kontrak Kerja

Berita Terbaru