Kompas 1 id
SUBULUSSALAM – Semangat mencetak generasi cerdas dan berkarakter kembali digaungkan di Kota Subulussalam. Bunda Literasi Kota Subulussalam, Hj. Yarnida Zai, secara resmi meluncurkan Gerakan Wajib Membaca 30 Menit Sehari di Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bentuk komitmen nyata untuk menanamkan budaya literasi sejak usia dini. Hj. Yarnida menjelaskan, literasi bukan hanya soal kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta membentuk watak yang cerdas dan berakhlak mulia.
Puluhan siswa mulai dari jenjang TK hingga SMP tampak antusias mengikuti sesi membaca bersama selama 30 menit. Suasana yang hening namun penuh semangat belajar menjadi bukti bahwa membaca bisa tumbuh menjadi kebiasaan yang menyenangkan bagi anak-anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Hj. Yarnida Zai menyampaikan bahwa meluangkan waktu 30 menit untuk membaca setiap hari adalah investasi besar bagi masa depan putra-putri Subulussalam.
“Dari membaca lahir ilmu, dari ilmu tumbuh pemahaman, dan dari pemahaman akan lahir perubahan menuju masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan budaya membaca sebagai benteng di tengah derasnya arus informasi digital. Dengan gemar membaca, generasi muda diharapkan tidak mudah terprovokasi berita bohong atau hoaks, mampu berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.
Diharapkan, gerakan ini tidak berhenti di satu kegiatan saja, melainkan tumbuh menjadi budaya yang hidup di setiap rumah tangga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
“Hari ini membaca 30 menit, esok membangun masa depan tanpa batas,” tutup Hj. Yarnida dengan penuh harapan.
Gerakan ini menjadi langkah awal bersama untuk melahirkan generasi Subulussalam yang gemar membaca, berprestasi, berkarakter luhur, dan siap menjadi pemimpin di masa mendatang.














