Kawal Status Wakaf Blangpadang, Pemprov Aceh dan Ulama Temui BWI Pusat

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas 1 id
Pemerintah Provinsi Aceh bersama para ulama melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk memperjelas status hukum Lapangan Blangpadang sebagai tanah wakaf Masjid Raya Baiturrahman.

Delegasi Aceh dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, didampingi Asisten I Setda Aceh serta Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Abu Paya Pasi. Rombongan diterima Wakil Ketua BWI Pusat Dr. Tatang Astarudin beserta jajaran.

Wakil Gubernur Fadhlullah menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya merupakan upaya merawat amanah sejarah dan peninggalan leluhur. Ia menjelaskan bahwa tim Aceh bahkan telah menelusuri dokumen hingga ke museum di Belanda untuk mendapatkan fakta yang utuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hasil penelusuran mengonfirmasi bahwa Blangpadang sejak era Kerajaan Aceh adalah alun-alun kebanggaan, dan tidak pernah dijadikan fasilitas militer oleh Belanda. Ini adalah aset luhur yang diwakafkan untuk Masjid Raya Baiturrahman,” ungkap Fadhlullah.

Baca Juga:  KNPI Apresiasi Puncak Harlah IPNU ke 72 dan IPPNU ke 71 Kabupetan Bandung

Ia menambahkan, harapan masyarakat dan ulama adalah agar kepastian hukum berupa sertifikat resmi segera terbit demi kemaslahatan umat.

Menyambut hal tersebut, Wakil Ketua BWI Pusat Dr. Tatang Astarudin memberikan apresiasi atas pendekatan yang santun dan berbasis data yang dilakukan pihak Aceh.

“Secara yuridis, filosofis, maupun teologis, kita semua sepaham bahwa ini adalah tanah wakaf. Posisinya sangat kuat. Tugas kita menyelaraskan administrasi antarinstansi agar solusi terbaik dapat dicapai tanpa ada yang dirugikan,” tegas Tatang.

Sebagai langkah lanjut, BWI berkomitmen akan mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian Hukum dan HAM terkait status tanah tersebut. Seluruh dokumen dari Aceh juga akan dibahas secara utama dalam rapat pleno BWI setiap hari Rabu guna merumuskan sikap resmi lembaga.

(Laporan: Ramona)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru