Kompas. 1. Id.
Polresta Bandung melalui Satuan Binmas menggelar Focus Group Discussion ( FGD) , bertajuk ” Optimalisasi Peran Da’i Kamtibmas dalam Mendukung Tugas Polri Guna Mewujudkan Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Wilayah Hukum Polresta Bandung ” Kegiatan ini sebagai pembinaan terhadap para dai Kamtibmas dalam upaya memperkuat sinergi dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat. Kegiatan berlangsung di Hotel Antik Soreang, Rabu ( 22/7/26 ).
Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus penguatan peran para dai agar dapat menyampaikan pesan-pesan kamtibmas melalui pendekatan keagamaan yang sejuk, menyejukkan, dan mudah diterima masyarakat.
Melalui pembinaan ini, para dai diharapkan mampu menjadi mitra strategis Polri dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi, mencegah potensi konflik sosial, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif.
Pada kesempatan tersebut, Kasat Binmas Polresta Bandung, Kompol Edi Pramana, M., S.H., S.M., M.H., M.M. membacakan sambutan Kapolresta Bandung, Kombes Pol. Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR. Beliau menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Da’i Kamtibmas yang selama ini telah menjadi mitra strategis Polri. Kehadiran Da’i Kamtibmas ditegaskan bukan sekadar sebagai penyampai pesan keagamaan, melainkan juga sebagai pelopor dalam menanamkan nilai-nilai luhur persatuan, toleransi, moderasi, serta kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan demikian, peran dai tidak hanya sebagai penyampai dakwah, tetapi juga sebagai penggerak harmoni sosial di tengah masyarakat, dan juga menitikberatkan pada upaya pengawasan dan pencegahan gangguan keamanan, tetapi juga pada penguatan kemitraan antara Polri dan masyarakat agar tercipta sinergi dalam menjaga lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis.
Sementara itu Ketua Umum Da’i Polresta Bandung , Drs. H. Atus Ludin Mubaroq,
M. Si. sekaligus sebagai narasumber turut menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini , Sebagai Dai Kamtibmas, penyampaian pesan hendaknya dilakukan secara moderat, sejuk, dan menenangkan.
” Pendekatan yang santun dan bijak akan lebih mudah diterima masyarakat, sekaligus memperkuat semangat persaudaraan, toleransi, dan menjaga kondusivitas lingkungan.” ujar H. Atus usai menghadiri FGD pada media ini.
Dalam penyampaian , dai menegaskan bahwa perbedaan adalah bagian dari sunnatullah yang harus disikapi dengan bijak. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan menjadi rahmat yang memperkaya persaudaraan, memperluas wawasan, dan memperkuat kebersamaan dalam menjaga kerukunan umat.” tambahnya.
Sebagai Dai harus hadir menjadi sosok yang mampu menstabilkan umat dan menjaga keteduhan dalam kehidupan bermasyarakat, dan juga dituntut tidak hanya menyampaikan pesan agama, tetapi juga mampu menjadi penyeimbang dan penenang bagi umat, sehingga
“Dai mampu menstabilkan umat, merangkul perbedaan, dan membawa ketenangan di tengah perubahan.”, tegasny .
Melalui kolaborasi yang kuat antara aparat kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan warga, berbagai potensi konflik dapat dicegah sejak dini. Dengan demikian, Kamtibmas berperan penting sebagai jembatan komunikasi, penyerap aspirasi masyarakat, serta penggerak partisipasi publik dalam menjaga stabilitas sosial. Kondisi yang kondusif ini pada akhirnya akan mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Polri sekaligus menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Jurnalis : Dhany.














