Tinjau Proyek, Dedi Mulyadi Soroti Takaran Semen di Bawah Standar dan Praktek Subkontrak Sembarangan

- Penulis

Minggu, 12 Juli 2026 - 00:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID

LOKASI PROYEK, 11 Juli 2026 – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek pembangunan pemerintah. Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog terbuka dengan pekerja lapangan terkait sistem kerja, besaran upah, hingga teknis pelaksanaan di lapangan.

Dari percakapan itu terungkap fakta yang memprihatinkan: sebagian pekerja hanya mengenal mandor di lokasi, namun tidak mengetahui secara pasti nama perusahaan pelaksana maupun status jelas kontrak kerja mereka. Kondisi ini dinilai Dedi sebagai bukti lemahnya tata kelola pelaksanaan proyek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Takaran Adukan Tidak Sesuai Standar

Selain hak pekerja, Dedi juga meneliti detail teknis pembangunan saluran drainase. Pekerja di lokasi mengakui bahwa satu sak semen dicampur dengan sekitar 10 roda lori pasir.

Mendengar keterangan itu, Dedi menegaskan komposisi tersebut jauh di bawah standar teknis, berisiko menurunkan kekuatan konstruksi, serta memperpendek usia pakai bangunan.

Baca Juga:  Tipu Korban Hingga Rp700 Juta Modus Bisnis Tambak Ikan, Diduga Pelaku Diamankan Satreskrim Polres Way Kanan

Peringatan Keras Terhadap Alih Tugas Pekerjaan

Dedi juga menyoroti dugaan praktek pengalihan pekerjaan kepada pihak lain atau penyubkontrakan setelah proses tender selesai. Menurutnya, hal ini memicu pemotongan biaya di tengah jalan yang akhirnya merugikan kualitas bangunan.

“Kalau pekerjaan disubkan sembarangan, biasanya ada keuntungan yang diambil di tengah. Akibatnya takaran semen dikurangi, takaran pasir dikurangi, akhirnya bangunan cepat rusak. Jangan macam-macam dengan proyek pemerintah. Mengumpulkan uang APBD itu tidak mudah, saya menuntut hasil yang benar-benar berkualitas untuk masyarakat,” tegas Dedi.

Pengawasan Terus Diperketat

Dedi memastikan pengawasan proyek pemerintah akan terus dilakukan secara mendadak dan langsung di lapangan. Ia meminta seluruh kontraktor, konsultan pengawas, dan pelaksana mematuhi spesifikasi teknis secara ketat, sehingga anggaran negara menghasilkan infrastruktur yang kuat, tahan lama, dan bermanfaat maksimal bagi masyarakat Jawa Barat.

Adang jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ponpes Nurul Muj’taba Lae Saga Berkembang Pesat, Diminati Banyak Warga
OFIHOME Perluas Jangkauan Internet, Bantu Masyarakat Terhubung dengan Dunia Digital
234 Pejabat Pemkab Way Kanan Dikukuhkan dan Dilantik, Bupati Ayu Tekankan Pelayanan Publik
POLSEK SETU BERGERAK CEPAT TINDAK DUGAAN MEMPEKERJAKAN ANAK DI BAWAH UMUR
Joni Helmi Resmi Dilantik sebagai Camat Banjit,Diminta Perkuat Pelayanan Masyarakat
Masyarakat Lae Saga Sesalkan Oknum yang Mengaku Menguasai Lahan yang Sudah Dijual
Komisaris BPR Apresiasi Peran Media sebagai Sarana Informasi yang Membangun
Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung Hadiri Bina Wilayah dan Diskusi Karang Taruna
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 08:04 WIB

Ponpes Nurul Muj’taba Lae Saga Berkembang Pesat, Diminati Banyak Warga

Jumat, 25 September 2026 - 07:55 WIB

OFIHOME Perluas Jangkauan Internet, Bantu Masyarakat Terhubung dengan Dunia Digital

Jumat, 25 September 2026 - 07:53 WIB

234 Pejabat Pemkab Way Kanan Dikukuhkan dan Dilantik, Bupati Ayu Tekankan Pelayanan Publik

Jumat, 25 September 2026 - 07:16 WIB

POLSEK SETU BERGERAK CEPAT TINDAK DUGAAN MEMPEKERJAKAN ANAK DI BAWAH UMUR

Jumat, 25 September 2026 - 07:13 WIB

Joni Helmi Resmi Dilantik sebagai Camat Banjit,Diminta Perkuat Pelayanan Masyarakat

Berita Terbaru