LAMPUNG UTARA – KOMPAS1.id || Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/RI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), menjalani kunjungan kerja maraton di dua kabupaten, Kamis (9/7/2026). Dalam sehari, jenderal bintang dua itu mengawal program penguatan ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), sebelum kembali ke tanah kelahirannya di Kabupaten Lampung Utara untuk menerima penganugerahan gelar adat “Raja Satria Negara” melalui prosesi adat Angkon Muakhi.
Menggunakan Helikopter Bell HA-517E milik TNI, Pangdam didampingi Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki beserta rombongan memulai agenda kerja di Tubaba.
Tepat pukul 08.43 WIB, helikopter mendarat di Lapangan Sepak Bola Desa Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Dari lokasi pendaratan, Pangdam langsung meninjau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tiyuh Pulung Kencana sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedatangan Pangdam disambut Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, S.H., yang mewakili Bupati Tubaba. Dalam sambutannya, Nadirsyah menegaskan bahwa KDKMP bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan instrumen pemberdayaan masyarakat yang dibangun atas semangat gotong royong untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.
“Sinergi TNI melalui Babinsa bersama kelompok tani dan koperasi telah terbukti mampu menjaga stabilitas wilayah. Ketika ekonomi desa kuat, maka ketahanan wilayah juga akan semakin kokoh,” ujar Nadirsyah.
Menanggapi hal tersebut, Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa keberadaan KDKMP bukan untuk mematikan usaha masyarakat, melainkan menjadi penghubung rantai distribusi agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan adil.
“Koperasi ini bukan pesaing warung milik warga. Justru menjadi rantai pasok agar harga dapat dikendalikan secara sehat sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” tegas Pangdam.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga fasilitas yang telah dibangun pemerintah serta bijak menyikapi berbagai informasi agar program-program strategis nasional dapat berjalan optimal.
Sebelum meninggalkan Tubaba, Pangdam menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap warga.
Usai menuntaskan agenda di Tubaba, tepat pukul 09.46 WIB helikopter Pangdam lepas landas menuju Stadion Sukung, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.
Kunjungan kali ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi Kristomei Sianturi. Meski berasal dari keluarga Batak, ia lahir dan tumbuh di Kotabumi, tanah yang juga menjadi tempat peristirahatan terakhir kedua orang tuanya.
Setibanya di Kotabumi, Pangdam disambut jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Rombongan kemudian menuju Rumah Dinas Bupati Lampung Utara sebelum menghadiri prosesi adat di kediaman tokoh adat Ansyori Sabak, Jalan Teratai, Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan.
Di lokasi tersebut digelar prosesi sakral Angkon Muakhi, yakni pengangkatan saudara dalam adat Lampung.
Dalam prosesi yang dihadiri para penyimbang adat Abung Siwo Migo, tokoh masyarakat, hingga unsur mahasiswa, Mayjen TNI Kristomei Sianturi resmi diangkat sebagai warga kehormatan masyarakat adat Lampung Utara dan dianugerahi gelar adat “Raja Satria Negara.”
Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. H. Hamartoni Ahadis, M.Si., menyebut prosesi tersebut bukan sekadar seremoni adat, tetapi menjadi simbol persatuan dalam keberagaman.
“Beliau adalah putra yang lahir di Lampung Utara. Walaupun berasal dari suku Batak, perjalanan hidup dan pengabdiannya telah menjadikannya bagian dari masyarakat Lampung.
Melalui prosesi Angkon Muakhi ini, beliau resmi menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat adat Abung Siwo Migo. Ini menjadi sejarah bahwa keberagaman dapat dipersatukan dalam ikatan persaudaraan,” ujar Hamartoni.
Suasana haru menyelimuti prosesi penyematan gelar adat. Dalam sambutannya, Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengaku sangat tersentuh atas penghormatan yang diberikan masyarakat adat Lampung.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, baik atas nama pribadi maupun selaku Pangdam XXI/RI, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan melalui penganugerahan gelar adat ini. Hari ini saya merasa seutuhnya menjadi orang Lampung, khususnya orang Lampung Utara. Tidak mungkin saya melupakan Kotabumi,” ungkapnya penuh haru.
Pangdam juga menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Lampung Utara agar kembali menjadi salah satu pusat pertumbuhan di Provinsi Lampung.”Dalam berbagai kesempatan saya selalu berdiskusi dengan pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi.
Fokus kita sama, bagaimana membangun Lampung Utara agar semakin maju, tidak tertinggal dari daerah lain, bahkan mampu mengembalikan kejayaannya seperti masa lalu ketika Kotabumi menjadi pusat pertumbuhan wilayah,” tegasnya.
Usai mengikuti seluruh rangkaian prosesi adat, Pangdam XXI/RI beserta rombongan menyempatkan diri mengunjungi Koramil 412-04/Kotabumi sebelum kembali ke Stadion Sukung. Tepat pukul 12.50 WIB, rombongan bertolak melalui jalur udara menuju Bandar Lampung.
Seluruh rangkaian kunjungan kerja Pangdam XXI/RI di Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Kabupaten Lampung Utara berlangsung aman, tertib, serta penuh kehangatan, mencerminkan kuatnya sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun ketahanan wilayah serta mempererat persatuan melalui nilai-nilai adat dan budaya.(**)














