*CAMPING SPIRITUAL PENGHIBUR JIWA, AWAL HIJRAH DI TEGAL MALAKA, *LBH Delik Hukum Negara Ajak 60 Peserta Untuk Bercermin Demi Jiwa-Jiwa Yang Terlupakan.

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 00:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*GARUT, KOMPAS 1.ID.
Lembaga Bantuan Hukum Delik Hukum Negara *LBH DHN* sukses menggelar kegiatan *“Camping Spiritual Penghibur Jiwa: Awal Hijrah di Tegal Malaka”* selama 2 hari 1 malam, 26-27 Juni 2026 di kawasan Bukit Tegal Malaka, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Kegiatan yang diikuti oleh 60 peserta dari berbagai kalangan ini menjadi ikhtiar LBH DHN untuk menyeimbangkan advokasi hukum dengan penguatan ruhani para anggotanya, relawan, dan masyarakat umum.

Ketua Umum LBH Delik Hukum Negara, *Kapten Iwan.*, Waktu di wawancara media menyampaikan bahwa seorang penegak hukum tidak cukup hanya cerdas secara nalar, tapi juga harus bersih hatinya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

> “Kami di LBH DHN setiap hari berhadapan dengan konflik, ketidakadilan, dan beban berat para pencari keadilan. Kalau jiwa kami kotor, amarah dan ego yang menang. Maka kami mulai hijrah ini dari Tegal Malaka. Di ketinggian 1.200 mdpl, jauh dari hiruk pikuk, kami ‘membersihkan jiwa’ dengan dzikir, muhasabah, dan alam,” ujar Kapten Iwan

Tegal Malaka dipilih karena suasana alamnya yang masih asri, view city light Kota Garut di malam hari, dan jauh dari polusi digital. Lokasi ini diharapkan menjadi titik awal bagi peserta untuk memulai lembaran baru yang lebih baik.

Selama 24 Jam, peserta mengikuti rangkaian kegiatan spiritual dan reflektif yang dipandu oleh ustadz dan fasilitator hijrah, antara lain:

1. OLAH TUBUH MENGUATKAN RAGA yaitu dengan aktivitas fisik,di siplin diri, ketahanan dan kebersamaan, dengan tujuan supaya tubuh yang kuat bisa membantu jiwa menjalani amanah kehidupan.

2. MEMBEDAH RASA,MENGURAI BATIN yaitu dengan mengurai luka, memahami emosi, mengelola rasa, menemukan makna.

3. BERCERMIN DEMI JIWA-JIWA YANG TERLUPAKAN yaitu melihat diri, melihat orang lain, melihat makhluk,alam semesta, melihat fakta-fakta buruk sebagai koreksi.

Baca Juga:  TERSANGKA PENYIRAMAN AIR AKI TERHADAP DUA ANAK DI SUMEDANG DITAHAN

4. MENEMBUS TUJUH LAPIS LANGIT PERJALANAN SPIRITUAL yaitu dengan tafakur, muhasabah, perenungan, dzikir dan do’a.

5. PARIPURNA MAJELIS PENGHIBUR JIWA (Rapat paripurna)yaitu menyusun resume, merumuskan temuan, menyusun rekomendasi, menjadi risalah penghibur jiwa.

Dari kegiatan ini Kapten Iwan mengharapkan ada hasil untuk refleksi kami untuk perbaikan masyarakat dan bangsa.
“Tubuh yang kuat membantu jiwa menjalani amanah kehidupan, dengan membedah rasa,mengurai batin supaya apa yang tidak di fahami akan mengendalikan hidup secara diam-diam, refleksi yang jujur melahirkan kesadaran dan kepedulian, setelah mengenal diri manusia belajar mengenal Tuhannya, semoga hasil refleksi kami untuk perbaikan masyarakat dan bangsa”, pungkasnya.

6. *Aksi Bersih Bukit*: Sebagai bentuk syukur, seluruh peserta melakukan aksi pungut sampah di area camping ground Tegal Malaka.

Salah satu peserta mengaku mendapatkan ketenangan yang tidak ia temukan selama ini.

> “Selama ini kepala saya isinya pasal dan gugatan. Di sini saya diajak diam, dengar suara angin, dan ingat Allah. Rasanya kayak jiwa saya di-_reset_. InsyaAllah ini awal hijrah saya yang sesungguhnya,” ungkapnya.

*Tegal Malaka: Ruang Baru untuk Ketenangan*

Pengelola Bukit Tegal Malaka menyambut baik kegiatan ini. Lokasi yang memang dikenal sebagai destinasi alam dengan fasilitas camping ground dan harga terjangkau dinilai sangat cocok untuk kegiatan retreat spiritual.

> “Kami terbuka untuk kegiatan positif seperti ini. Semoga Tegal Malaka bisa terus menjadi tempat orang menemukan ketenangan, bukan hanya rekreasi biasa,” kata perwakilan pengelola.”

*Komitmen LBH DHN Pasca Camping*

LBH DHN menyatakan kegiatan serupa akan diagendakan rutin minimal setiap 1 tahun sekali sebagai bagian dari pembinaan internal organisasi.

Wa Ratno

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KECELAKAAN ANTAR MOTOR DI PEREMPATAN KOPO NYENGSERET ARAH PASAR LEUWIPANJANG.
KASI HUMAS IPTU MANSYUR DITUNJUK KOMANDAN UPACARA PENURUNAN BENDERA HUT RI KE-81 DI OGAN ILIR
TURUT BERDUKA CITA ATAS BERPULANGNYA IBU LINA, KAKA TERCIINTA DARI NOVI
Tim Percepatan Pembangunan Aceh Singkil Audiensi dengan Sekda Aceh
KEPALA DESA SUKABAKTI PIMPIN LANGSUNG UPACARA HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI.
SUASANA HANGAT AWAK MEDIA DAN BUPATI SINTANG BERSEDIH BERSAMA DI JIANGKIR FOOD & COFFEE
Dirgahayu RI ke-81, Kompas1.id Teguhkan Peran Pers Mengawal Pembangunan dan Aspirasi Rakyat
81 TAHUN INDONESIA MERDEKA, WARGA LANDAU BADAI BERTANYA: APAKAH KEMERDEKAAN SUDAH SAMPAI KE PELOSOK SILAT HULU?
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:38 WIB

KECELAKAAN ANTAR MOTOR DI PEREMPATAN KOPO NYENGSERET ARAH PASAR LEUWIPANJANG.

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:19 WIB

TURUT BERDUKA CITA ATAS BERPULANGNYA IBU LINA, KAKA TERCIINTA DARI NOVI

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:39 WIB

Tim Percepatan Pembangunan Aceh Singkil Audiensi dengan Sekda Aceh

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:29 WIB

KEPALA DESA SUKABAKTI PIMPIN LANGSUNG UPACARA HUT KE-81 KEMERDEKAAN RI.

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:26 WIB

SUASANA HANGAT AWAK MEDIA DAN BUPATI SINTANG BERSEDIH BERSAMA DI JIANGKIR FOOD & COFFEE

Berita Terbaru