Santunan Rp50 Juta Diserahkan, Keluarga Korban Latsarmil Minta Evaluasi Agar Tragedi Tak Terulang

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Jakarta, 27 Juni 2026 – Di balik penyerahan santunan sebesar Rp50 juta dari Kementerian Pertahanan kepada keluarga masing-masing dari lima peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) yang meninggal dunia, muncul harapan mendalam agar peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Kakak kandung salah satu korban, Novia Rahmadhani Sihotang, menyampaikan bahwa keluarga telah mengikhlaskan kepergian sang adik dengan lapang dada. Namun, mereka menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi bahan evaluasi yang serius bagi seluruh pihak terkait. “Kami sudah ikhlas, tapi kami meminta pemerintah dan penyelenggara menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar tidak ada lagi nyawa yang melayang,” ujarnya.

Selain evaluasi sistem, keluarga juga mengharapkan adanya bentuk tanggung jawab moral yang nyata dari instansi pelaksana hingga pemerintah atas meninggalnya para peserta saat menjalani masa latihan. Mereka ingin memastikan bahwa setiap risiko yang ada dapat diminimalkan sebaik mungkin.

Menanggapi permintaan tersebut, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, menegaskan komitmen pihaknya. Selain memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada setiap keluarga korban, Kemenhan juga mendampingi secara penuh mulai dari proses evakuasi, pemulangan jenazah ke daerah asal, hingga penyelenggaraan pemakaman. Pihaknya juga terus membuka jalur komunikasi agar tetap terhubung dengan keluarga yang ditinggalkan.

Peristiwa yang menewaskan lima calon manajer Koperasi Merah Putih ini kini menjadi sorotan nasional. Berbagai elemen masyarakat dan lembaga terkait mendesak dilakukannya kajian dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tahapan pelaksanaan Latsarmil. Tujuannya agar aspek keselamatan dan kesehatan peserta ditempatkan sebagai prioritas utama dalam setiap kegiatan latihan ke depannya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usulan Partisipasi Masyarakat Mampu Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Memunculkan Beragam Tanggapan
​Rakor Regional Monev Pelaksanaan Program Direktif Presiden, Dede Yusup tekankan Dorong Pertumbuhan ekonomi Daerah
‎Temu Ramah PPA  Dan PUPR Perkuat Sinergitas
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus memiliki nyali besar dalam penegakan aturan, penindakan hukum dan pengamanan aset milik negara.
BEA CUKAI & PEMPROV JABAR MUSNAHKAN 44 JUTA BATANG ROKOK ILEGAL, SELAMATKAN NEGARA RP32,9 MILIAR
Bupati Lampung Utara Apresiasi DPRD Usai Sahkan Pertanggungjawaban APBD 2025
PEMERINTAH KUNINGAN TERIMA BANTUAN RP 10,8 MILIAR UNTUK PERBAIKAN JALAN INPRES LURAGUNG
Cerdas Mengurus Hak Waris: Membedakan Biaya Resmi Prosedur dan Jasa Profesional
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:24 WIB

Santunan Rp50 Juta Diserahkan, Keluarga Korban Latsarmil Minta Evaluasi Agar Tragedi Tak Terulang

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:15 WIB

Usulan Partisipasi Masyarakat Mampu Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Memunculkan Beragam Tanggapan

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:20 WIB

​Rakor Regional Monev Pelaksanaan Program Direktif Presiden, Dede Yusup tekankan Dorong Pertumbuhan ekonomi Daerah

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:21 WIB

‎Temu Ramah PPA  Dan PUPR Perkuat Sinergitas

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:31 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus memiliki nyali besar dalam penegakan aturan, penindakan hukum dan pengamanan aset milik negara.

Berita Terbaru