​Rakor Regional Monev Pelaksanaan Program Direktif Presiden, Dede Yusup tekankan Dorong Pertumbuhan ekonomi Daerah

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab Bandung, Kompas. 1. Id.
Pemerintah terus merumuskan langkah strategis guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di tingkat daerah.
Anggota Dewan DPR-RI, Komisi ll Dede Yusuf dalam acara rapat koordinasi regional monitoring dan evaluasi pelaksanaan program direktif presiden yang berlangsung di hotel Sunshine Soreang, Jumat ( 26/6/26).menyampaikan terdapat empat pilar utama yang menjadi fokus perhatian, mulai dari kepastian regulasi bagi investor hingga optimalisasi sektor informal sebagai motor penggerak lapangan kerja.

Menurutnya, kepastian waktu adalah kunci untuk menarik Investor dimana pentingnya transparansi dan kepastian waktu dalam pelayanan birokrasi investasi. Pemerintah daerah dituntut untuk memberikan kejelasan durasi pengurusan izin, baik dalam hitungan hari maupun minggu. Kepastian ini dinilai sangat krusial bagi para pelaku usaha guna menghitung proyeksi biaya modal serta tingkat pengembalian investasi (return on investment) secara akurat.

” Tanpa adanya kepastian waktu, daya saing daerah dalam memikat investor akan melemah,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dede Yusuf juga menambahkan terkait Strategi yang berfokus pada pentingnya hilirisasi (economic value creation). Daerah yang kaya akan komoditas mentah, seperti kelapa sawit, didorong untuk tidak lagi mengekspor bahan baku secara langsung. Sebaliknya, komoditas tersebut harus diolah terlebih dahulu menjadi produk turunan, seperti minyak goreng, di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh masyarakat lokal.
” ​Pendekatan serupa juga berlaku untuk sektor pariwisata.” Tegasnya.

Dikatanya, destinasi wisata tidak boleh hanya mengandalkan pendapatan dari tiket masuk. Fokus utama harus dialihkan pada bagaimana mendorong pengeluaran (spending) wisatawan melalui produk turunan, seperti pusat kuliner, merchandise, dan oleh-oleh khas daerah, yang memiliki perputaran ekonomi jauh lebih besar.

Baca Juga:  Jelang Bulan Suci Ramadhan Stok Kebutuhan Bahan Poko Aman Itulah yang di Sampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat

Lanjut Dede, pentingnya menciptakan ekosistem investasi yang aman, berkepastian hukum, dan bebas dari beban biaya yang tidak perlu. Investor membutuhkan jaminan keamanan agar modal yang ditanamkan dapat beroperasi secara berkelanjutan.

Selain itu, investasi yang masuk wajib terintegrasi dengan rantai pasok (chain of supply) lokal. Sebagai contoh pembangunan pabrik cokelat di Jawa Barat, diharapkan nantinya dengan berdirinya pabrik ini dapat menyerap bahan baku kakao dari petani lokal di wilayah tersebut, bukan mendatangkannya dari Jawa Timur atau Sulawesi. Hal ini bertujuan agar multiplier effect dari investasi baru dapat langsung dirasakan oleh masyarakat setempat.

Dalam kesemparan tersebut, Dede juga menyampaikan terkait mengoptimalkan lapangan kerja sektor Informal dimana ini Pilar terakhir yang tidak kalah penting adalah perhatian terhadap sektor informal. perbandingan lapangan kerja antara sektor formal dan informal mencapai 1 banding 6.
​Mengingat porsi sektor informal yang jauh lebih besar,

“Jadi pemerintah daerah diimbau tidak hanya terpaku pada penyediaan lapangan kerja di pabrik, korporasi, atau sektor pegawai negeri (PNS). Fasilitasi dan dukungan penuh harus diberikan kepada para pelaku sektor informl termasuk seniman, musisi, pedagang kecil, dan pelaku UMKM karena mereka merupakan fondasi utama yang menjaga resiliensi dan inklusifitas ekonomi daerah,” ujarnya.

” ​Melalui sinergi keempat pilar ini, diharapkan daerah tidak hanya mampu menarik aliran modal masuk, tetapi juga menciptakan pertumbuhan ekonomi yang mandiri, berkeadilan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat luas, ” Pungkas Dede.

Jurnalis : Kabiro Dhany TH.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Temu Ramah PPA  Dan PUPR Perkuat Sinergitas
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus memiliki nyali besar dalam penegakan aturan, penindakan hukum dan pengamanan aset milik negara.
BEA CUKAI & PEMPROV JABAR MUSNAHKAN 44 JUTA BATANG ROKOK ILEGAL, SELAMATKAN NEGARA RP32,9 MILIAR
Bupati Lampung Utara Apresiasi DPRD Usai Sahkan Pertanggungjawaban APBD 2025
PEMERINTAH KUNINGAN TERIMA BANTUAN RP 10,8 MILIAR UNTUK PERBAIKAN JALAN INPRES LURAGUNG
Cerdas Mengurus Hak Waris: Membedakan Biaya Resmi Prosedur dan Jasa Profesional
Bupati Tanggamus Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Raih WTP Dua Kali Berturut-turut
Sri Sultan Sambut Baik Rencana Bakamla Bangun Stasiun Pemantauan Maritim di DIY
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 10:20 WIB

​Rakor Regional Monev Pelaksanaan Program Direktif Presiden, Dede Yusup tekankan Dorong Pertumbuhan ekonomi Daerah

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:21 WIB

‎Temu Ramah PPA  Dan PUPR Perkuat Sinergitas

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:31 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus memiliki nyali besar dalam penegakan aturan, penindakan hukum dan pengamanan aset milik negara.

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:27 WIB

BEA CUKAI & PEMPROV JABAR MUSNAHKAN 44 JUTA BATANG ROKOK ILEGAL, SELAMATKAN NEGARA RP32,9 MILIAR

Kamis, 25 Juni 2026 - 05:03 WIB

Bupati Lampung Utara Apresiasi DPRD Usai Sahkan Pertanggungjawaban APBD 2025

Berita Terbaru

Daerah

‎Temu Ramah PPA  Dan PUPR Perkuat Sinergitas

Jumat, 26 Jun 2026 - 06:21 WIB

Uncategorized

Jumat Berkah: Kebaikan Sederhana yang Membawa Berkah Luas

Jumat, 26 Jun 2026 - 06:11 WIB