Kompas1.id
Organisasi masyarakat Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) DPC Kota Subulussalam menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kota Subulussalam. Dukungan tersebut disampaikan Ketua Ormas LAKI, Ahmad Rambe, yang menilai program tersebut merupakan peluang besar bagi kemajuan dunia pendidikan di daerah.
Menurut Ahmad Rambe, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kota Subulussalam merupakan kesempatan yang sangat berharga, mengingat daerah tersebut disebut sebagai satu-satunya wilayah di Pulau Sumatera yang mendapat peluang untuk pembangunan sekolah tersebut.
“Kesempatan ini patut kita syukuri bersama karena Kota Subulussalam memiliki peluang besar untuk mencetak generasi emas di masa yang akan datang melalui peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ahmad Rambe juga menanggapi berbagai isu yang berkembang terkait rencana pembangunan SNT, khususnya mengenai kabar yang menyebutkan pembangunan sekolah tersebut akan menyebabkan relokasi pesantren yang berada di sekitar lokasi rencana pembangunan.
Menurutnya, isu tersebut terkesan terlalu dibesar-besarkan dan belum tentu sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
“Tidak mungkin pemerintah yang memiliki visi besar untuk memajukan pendidikan di daerah ini justru mengorbankan atau merelokasi fasilitas pendidikan yang sudah ada. Apalagi pesantren merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki peran penting dalam pembinaan moral dan karakter generasi muda,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah tentunya akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum merealisasikan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi, termasuk keberadaan fasilitas pendidikan yang telah beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
LAKI berharap seluruh elemen masyarakat dapat menyikapi rencana pembangunan tersebut secara bijaksana dan mengedepankan dialog serta komunikasi yang konstruktif. Dengan demikian, program strategis di bidang pendidikan tersebut dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan polemik yang berpotensi menghambat pembangunan.
“Yang terpenting saat ini adalah mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Subulussalam, sekaligus memastikan seluruh kepentingan masyarakat tetap diperhatikan,” tutup Ahmad Rambe.














