MAJALENGKA, Kompas1.Id
Di tengah gempita Bulan Bung Karno 2026, Karna Sobahi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Majalengka.
memilih turun ke lapangan. Bukan orasi, bukan pidato panjang. Tapi salaman, bagi santunan, dan doa bersama 100 warga Majalengka yang paling butuh.
Aksi itu digelar Minggu, 21 Juni 2026 di Kantor DPC PDIP Majalengka. Inilah wajah “Marhaenisme” ala Karna Sobahi: dekat ke rakyat, kerja nyata, tanpa banyak kata.
“Yang Kecil Kita Rangkul, Yang Lemah Kita Kuatkan”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
100 paket santunan diserahkan langsung oleh Karna Sobahi ke anak yatim piatu, warga kurang mampu, juru parkir/jukir, hingga penyandang disabilitas. Satu persatu disalami, ditanya kabarnya.
Momen paling menyentuh saat Karna membungkuk, menyuapi anak yatim yang datang. Tidak ada jarak Ketua DPC dengan warganya.
“Saya titip pesan Bung Karno nasionalisme itu kalau perut lapar kita isi dulu. Kalau ada yang lemah kita rangkul dulu. Baru kita bicara Merdeka,” ujar Karna dengan mata berkaca-kaca.
Dzikir dan Tahlil Sampaikan Doa Pemimpin untuk Sang Guru Bangsa.
Setelah santunan, Karna Sobahi duduk bersila bersama Wakil Ketua DPC Asep Sahidin. Jajaran PAC se-Majalengka. Dzikir, tahlil, dan doa dipanjatkan untuk mengenang jasa Soekarno.
“Bung Karno ajarkan kita 3 hal: cinta tanah air, cinta sesama, cinta Tuhan. Hari ini kita praktikkan ketiganya. Itu cara kami ber-Haul untuk beliau,” tegas Karna.
Bagi Karna, Bulan Bung Karno bukan agenda seremonial tahunan. Tapi momentum introspeksi: “Sudahkah kita jadi kader yang berguna untuk rakyat kecil?”
Profil Singkat Karna Sobahi, Anak Marhaen yang Turun ke Sawah.
Warga Majalengka kenal Karna Sobahi bukan dari spanduk, tapi dari aksinya. Sejak jadi Ketua DPC, kantor PDIP Majalengka berubah jadi “rumah rakyat”. Siapa pun boleh datang minta bantuan, ngadu, atau sekadar curhat.
Gaya kepemimpinannya sederhana “Kalau rakyat masih ada yang lapar, tidur saya nggak nyenyak”
Janji Karna Aksi Berlanjut 25 Juni 2026.
Karna memastikan semangat ini tidak berhenti. Tanggal 25 Juni 2026 giliran PAC di kecamatan yang bergerak bagi sembako, bantu sarana masjid/mushola, sekaligus dzikir bersama.
“Kami kader PDIP Majalengka harus jadi tangan Bung Karno di lapangan. Kalau pidato semua orang bisa. Tapi kalau bagi beras ke jukir jam 12 malam, itu baru kader banteng,” tandasnya sambil menutup acara.
“KARNA SOBAHI BUKTIKAN: MERDEKA ITU KETIKA RAKYAT KECIL TERSENYUM”
Penulis: Zul
Redaksi & Tim.














