Kompas1.id
OGAN ILIR – PT Sinergi Gula Nusantara Unit Pabrik Gula Cinta Manis secara resmi membuka kegiatan penggilingan tebu untuk tahun giling 2026, bertempat di komplek PG Cinta Manis, Desa Ketiu, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran manajemen perusahaan, perwakilan Dinas Perkebunan, unsur Forkopimda, para camat dan kepala desa di sekitar wilayah operasional perusahaan, tokoh masyarakat, serta ratusan petani tebu rakyat dari berbagai daerah penyangga, termasuk Kecamatan Tanjung Batu dan sekitarnya.
General Manager PG Cinta Manis, Hari Susiyanto, mengatakan seluruh persiapan teknis telah dilakukan secara menyeluruh sejak berakhirnya musim giling tahun sebelumnya. Persiapan tersebut meliputi perawatan mesin, perbaikan infrastruktur pabrik, hingga memastikan ketersediaan pasokan tebu dari kebun perusahaan maupun petani plasma.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahun ini kami menargetkan menggiling sekitar 780.000 ton tebu dengan tingkat rendemen sekitar 7,1 hingga 7,3 persen. Dari target tersebut diharapkan mampu menghasilkan sekitar 55.000 ton gula kristal putih,” ujar Hari Susiyanto.
Menurutnya, untuk menjaga kualitas bahan baku, PG Cinta Manis juga menerapkan sistem direct feeding sehingga tebu yang masuk ke pabrik dapat segera digiling dalam kondisi segar dan memiliki kualitas optimal.
Hari menegaskan keberhasilan musim giling tidak terlepas dari sinergi yang baik antara perusahaan dan para petani tebu. Karena itu, pihaknya berkomitmen menjaga kemitraan yang saling menguntungkan.
“Kami berkomitmen menjaga harga pembelian tebu agar tetap adil dan memberikan keuntungan bagi petani. Dengan demikian kesejahteraan petani dapat terus meningkat seiring dengan berkembangnya industri gula nasional,” katanya.
Sementara itu, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar melalui Asisten II Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menyampaikan apresiasi atas dimulainya musim giling tahun ini. Pemerintah daerah berharap seluruh proses berjalan lancar tanpa hambatan sehingga hasil panen petani dapat terserap dengan baik dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah berharap musim giling tahun 2026 dapat berjalan sukses dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Ogan Ilir dan Sumatera Selatan secara umum,” ujarnya.
Pewarta Iskadi.














