Kompas1.id
Kampus Bentuk Pemeriksaan Etik, Usut Pelaku Hingga Penyebar Rekaman
SURABAYA, 20 Juni 2026 – Sebuah rekaman video yang memperlihatkan tindakan tidak pantas sepasang mahasiswa di dalam ruang kelas Universitas Airlangga (Unair) tersebar luas di media sosial dan aplikasi percakapan, sehingga menuai keprihatinan publik. Peristiwa itu dinilai bertentangan dengan lingkungan kampus yang mengusung semboyan “Excellence with Morality” atau Keunggulan yang Berlandaskan Moral.
Pihak Unair membenarkan bahwa kedua orang yang terlihat dalam rekaman tersebut adalah mahasiswa aktif kampus. Saat ini proses pemeriksaan sedang dijalankan melalui Komisi Etik untuk mengusut secara menyeluruh seluruh rangkaian kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rekaman berdurasi sekitar 2 menit 15 detik itu memperlihatkan seorang mahasiswa dan mahasiswi berada di dalam ruang kelas saat suasana kampus sedang sepi. Dalam video tersebut, keduanya tampak tidak menyadari keberadaan orang lain hingga beberapa saat kemudian. Peristiwa itu diketahui terjadi pada pekan lalu.
Ketua Pusat Humas dan Protokol Unair, Pulung Siswantara, menyampaikan bahwa kampus telah menerima laporan resmi terkait beredarnya rekaman tersebut. Pihaknya langsung menindaklanjuti dengan menyerahkan penanganan ke Komisi Etik sesuai prosedur internal.
“Pemeriksaan tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa yang terlibat dalam peristiwa itu, tetapi juga mencakup siapa yang merekam kejadian dan siapa yang menyebarkan rekaman tersebut ke ruang publik,” jelas Pulung.
Hingga saat ini, belum ada keputusan sanksi yang dijatuhkan karena proses kajian dan pengumpulan data masih berlangsung. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar bagi pihak kampus untuk menentukan langkah lanjutan sesuai peraturan yang berlaku.
Unair menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga nilai-nilai etika, norma kesusilaan, serta tata tertib sivitas akademika. Kampus berharap kasus ini menjadi peringatan bersama agar seluruh warga kampus senantiasa menjaga perilaku dan martabat lingkungan pendidikan.***














