‎Eceng Gondok Menyelimuti Alur Sungai Desa Kuta Simboling, Luka Pascabanjir yang Tak Tak Bisa Di Sembunyikan

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Aceh Singkil kompas1.id
Pascabanjir yang melanda wilayah Kecamatan Singkil, Desa Kuta Simboling kembali harus menelan pil pahit. Kali ini bukan hanya sisa lumpur atau jalan rusak yang menjadi cerita, tetapi hamparan eceng gondok yang tumbuh liar dan cepat, menyelimuti perairan desa hingga tampak jelas dari kejauhan.Jumat, (19/6/2026).

‎Tanaman air tersebut kini menjelma menjadi masalah baru bagi masyarakat. Sungai dan saluran air yang dulu menjadi sumber kehidupan, perlahan berubah menjadi hamparan hijau pekat yang menyesakkan.
‎
‎Air yang digunakan warga untuk mandi dan kebutuhan sehari-hari kerap menimbulkan rasa gatal di kulit, menambah derita setelah bencana banjir berlalu.
‎
‎Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, harapan masyarakat akan ketersediaan air bersih masih sebatas angan. Dari tahun ke tahun, jeritan itu terus disuarakan, namun hingga kini belum juga berlabuh pada solusi nyata.
‎
‎Warga terpaksa bertahan dengan apa yang ada, meski sadar risiko kesehatan terus mengintai. “Kami ini seolah hidup di pinggir perhatian. Air bersih selalu dijanjikan, tapi tak pernah benar-benar datang,” ungkap salah seorang warga dengan nada lirih namun sarat makna.
‎
‎Meski merasa terabaikan, semangat masyarakat Desa Kuta Simboling tak pernah padam. Mereka tetap bertahan, tetap berharap, dan terus menyuarakan keluh kesahnya agar suatu hari kelak sampai ke telinga pemerintah, baik di tingkat daerah maupun pusat.
‎
‎Eceng gondok mungkin tumbuh cepat dan menutup permukaan air, namun harapan warga Kuta Simboling jauh lebih kuat. Harapan akan perhatian, harapan akan keadilan pembangunan, dan harapan akan hak dasar berupa air bersih yang hingga kini masih mereka tunggu dengan sabar, meski lelah.
‎
‎Reporter Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!
FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.
Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.
Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:56 WIB

FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Berita Terbaru