Aksi Mahasiswa UI Berubah Arah, Dicegah Menuju Bundaran HI Oleh Aparat

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
JAKARTA, 12 Juni 2026 – Rencana aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menuju kawasan Bundaran HI akhirnya berubah arah setelah perjalanan mereka diblokade oleh aparat kepolisian.

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa kawasan Bundaran HI dinilai bukan tempat yang tepat untuk kegiatan demonstrasi. Menurut aparat, lokasi tersebut merupakan jalur utama lalu lintas, pusat kegiatan perekonomian masyarakat, sekaligus ikon ibu kota yang setiap harinya dilalui ribuan orang dari berbagai kalangan.

Dalam dialog yang berlangsung, aparat bahkan menyebut Bundaran HI sebagai “jantung Indonesia”. Jika kawasan ini ditutup atau terganggu akibat aksi massa, maka dampak kemacetan dan terhentinya aktivitas akan langsung dirasakan oleh masyarakat luas secara meluas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjelasan tersebut kemudian memunculkan dua pandangan yang berbeda di tengah masyarakat. Sebagian pihak mendukung langkah kepolisian, dengan alasan negara berkewajiban menjaga kelancaran tempat umum. Hak warga untuk beraktivitas dan menjalankan roda kehidupan sehari-hari juga harus dilindungi dan tidak terganggu.

Baca Juga:  Buka Program Meteran Listrik Gratis, Kadis Perhubungan Syam’un Nst: Warga Tanpa Akses Diminta Segera Daftar

Di sisi lain, kelompok lain menilai alasan itu justru menjadi bentuk pembatasan ruang gerak dan kebebasan menyampaikan pendapat. Menurut pandangan ini, pemilihan lokasi strategis seperti Bundaran HI bertujuan agar aspirasi yang disampaikan dapat menarik perhatian publik dan didengar oleh pihak berwenang.

Meski tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan menuju titik awal rencana, massa mahasiswa memilih turun dari bus dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk bergabung dengan kelompok aksi lainnya.

Peristiwa ini pun memunculkan pertanyaan mendasar yang menjadi perdebatan: mana yang sebaiknya lebih diutamakan, kelancaran aktivitas umum masyarakat, atau kebebasan memilih tempat dalam menyampaikan aspirasi?

Publik pun diundang untuk menyampaikan pendapatnya: apakah kawasan Bundaran HI seharusnya tetap boleh digunakan sebagai lokasi demonstrasi, atau harus senantiasa dijaga steril dari kegiatan massa?

Kapeewil Banten Aris aristio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru