KOMPAS1.ID
JAKARTA, 12 Juni 2026 – Rencana aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menuju kawasan Bundaran HI akhirnya berubah arah setelah perjalanan mereka diblokade oleh aparat kepolisian.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa kawasan Bundaran HI dinilai bukan tempat yang tepat untuk kegiatan demonstrasi. Menurut aparat, lokasi tersebut merupakan jalur utama lalu lintas, pusat kegiatan perekonomian masyarakat, sekaligus ikon ibu kota yang setiap harinya dilalui ribuan orang dari berbagai kalangan.
Dalam dialog yang berlangsung, aparat bahkan menyebut Bundaran HI sebagai “jantung Indonesia”. Jika kawasan ini ditutup atau terganggu akibat aksi massa, maka dampak kemacetan dan terhentinya aktivitas akan langsung dirasakan oleh masyarakat luas secara meluas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penjelasan tersebut kemudian memunculkan dua pandangan yang berbeda di tengah masyarakat. Sebagian pihak mendukung langkah kepolisian, dengan alasan negara berkewajiban menjaga kelancaran tempat umum. Hak warga untuk beraktivitas dan menjalankan roda kehidupan sehari-hari juga harus dilindungi dan tidak terganggu.
Di sisi lain, kelompok lain menilai alasan itu justru menjadi bentuk pembatasan ruang gerak dan kebebasan menyampaikan pendapat. Menurut pandangan ini, pemilihan lokasi strategis seperti Bundaran HI bertujuan agar aspirasi yang disampaikan dapat menarik perhatian publik dan didengar oleh pihak berwenang.
Meski tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan menuju titik awal rencana, massa mahasiswa memilih turun dari bus dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki untuk bergabung dengan kelompok aksi lainnya.
Peristiwa ini pun memunculkan pertanyaan mendasar yang menjadi perdebatan: mana yang sebaiknya lebih diutamakan, kelancaran aktivitas umum masyarakat, atau kebebasan memilih tempat dalam menyampaikan aspirasi?
Publik pun diundang untuk menyampaikan pendapatnya: apakah kawasan Bundaran HI seharusnya tetap boleh digunakan sebagai lokasi demonstrasi, atau harus senantiasa dijaga steril dari kegiatan massa?
Kapeewil Banten Aris aristio














