KOMPAS1.ID
BANDUNG, 11 Juni 2026 — Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melonjak tajam dalam waktu belakangan ini dirasakan sangat memberatkan kondisi ekonomi masyarakat luas. Hampir seluruh lapisan masyarakat merasakan dampak langsung dari peningkatan harga tersebut.
Mulai dari pengemudi kendaraan pribadi, pengusaha angkutan umum, pedagang kecil, hingga pelaku usaha berskala menengah sama-sama merasakan beban yang kian memuncak. Kenaikan harga BBM otomatis berimbas pada naiknya biaya operasional, biaya transportasi, hingga harga kebutuhan pokok sehari-hari di pasaran.
“Setiap kali harga BBM naik, semuanya ikut naik. Uang belanja sehari-hari jadi terasa cepat habis, tapi pendapatan tetap segitu saja. Rasanya sangat terasa berat untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” ujar salah satu warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi pengusaha angkutan, kenaikan ini memaksa mereka menyesuaikan tarif perjalanan agar tidak merugi, namun hal itu justru membuat penumpang enggan menggunakan jasa angkutan umum. Di sisi lain, pedagang terpaksa menaikkan harga barang dagangan karena biaya pengiriman dan distribusi yang ikut membengkak.
Masyarakat berharap ada kebijakan dari pemerintah yang dapat menstabilkan harga BBM atau memberikan bantuan yang tepat sasaran agar beban hidup tidak semakin terasa berat, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah ke atas *** red














