Pemprov Jabar Percepat Proyek TPPAS Legok Nangka, Teknologi Sampah Jadi Listrik Siap Diuji Akhir 2026

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi melangkah ke tahap krusial pembangunan proyek strategis Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka. Langkah nyata ditandai dengan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemprov Jabar dan PT Jabar Environmental Solutions (PT JES), guna mempercepat realisasi fasilitas pengolahan sampah modern yang juga akan menghasilkan energi listrik.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Direktur PT JES, Kenichi Ishikawa. Kesepakatan ini semakin diperkuat dengan adanya dukungan penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), yang memberikan kepastian dalam aspek pendanaan dan pelaksanaan proyek.

Dalam perjalanannya, Pemprov Jabar telah melakukan berbagai penyesuaian menyeluruh, mulai dari aspek teknis, finansial, hingga regulasi. Tujuannya agar proyek ini berjalan lebih efisien, transparan, serta dapat beroperasi secara berkelanjutan dalam jangka panjang. Usai tahap kesepakatan ini rampung, fokus utama selanjutnya adalah penyelesaian pembiayaan atau financial close, yang ditargetkan tuntas pada akhir tahun 2026.

Tidak sekadar tempat pembuangan sampah biasa, TPPAS Legok Nangka dirancang sebagai fasilitas berteknologi tinggi berkonsep Waste-to-Energy (sampah menjadi energi). Ke depannya, fasilitas ini mampu mengolah ribuan ton sampah setiap harinya, sekaligus mengubah limbah tersebut menjadi sumber energi listrik yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Proyek ini dinilai menjadi tonggak penting transformasi pengelolaan persampahan di Jawa Barat. Keberadaannya diharapkan mampu mengatasi masalah penumpukan sampah, mengurangi tekanan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah mulai mencapai kapasitas maksimal, sekaligus menyumbang pasokan energi bersih bagi wilayah sekitar.

Keberhasilan proyek Legok Nangka pun menjadi sorotan nasional. Konsep pengolahan sampah menjadi energi ini diyakini bisa menjadi contoh model pengelolaan limbah yang tepat sasaran. Jika diterapkan dengan baik, model serupa sangat potensial untuk dikembangkan di daerah-daerah lain di Indonesia, sebagai solusi ganda atas krisis sampah dan kebutuhan energi listrik yang terus meningkat.***Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*
Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras
Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan
**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**
📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak
Hasil Pemilihan Anggota BPD Desa Sarimahi Ciparay: Ini Daftar Calon yang Lolos ke Parlemen Desa
Tingkatkan Kualitas SDM Transportasi, Kota Subulussalam Jalin Kerja Sama dengan BPSDMP Kemenhub dan Sejumlah Lembaga
Program Adiwiyata Bangkit di Tanggamus, 186 Sekolah Daftar SIDIA, Tujuh Sekolah Jalani Validasi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:25 WIB

*Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan di Mustika Jaya*

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:16 WIB

Gagalkan Aksi Curanmor di Kranji, Polres Metro Bekasi Kota Bekuk Dua Pelaku Pasca-Pesta Miras

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:54 WIB

Wali Kota Subulussalam Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tanjakan Kedabuhan, Bahas Rekonstruksi Cegah Kecelakaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:51 WIB

**Wamentrans Viva Yoga Siap Jadi Panelis Debat Kandidat Caketum BM PAN**

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:47 WIB

📰 Bupati Bandung Lepas 500 Peserta Bapenda Bedas Run 5K, Gabungkan Olahraga dan Edukasi Pajak

Berita Terbaru