KOMPAS1.ID
BLORA – Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, meluapkan kekesalan atas kondisi jalan raya yang rusak parah dan dibiarkan bertahun-tahun tanpa perbaikan memadai. Keluhan utama tertuju pada ruas jalan penghubung Randublatung–Cepu yang menjadi jalur utama transportasi warga .
Kondisi jalan yang penuh lubang besar, permukaan bergelombang, dan sering tergenang air ini dinilai sangat membahayakan. Warga mengaku sering menyaksikan kecelakaan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, akibat terperosok lubang atau menghindari kerusakan jalan .
Sebagai bentuk protes, warga menggelar aksi gotong royong menimbun lubang menggunakan batu dan tanah hasil swadaya. Bahkan, mereka menanam pohon pisang serta membentangkan spanduk bertuliskan kritik sebagai “kartu kuning” bagi pemerintah provinsi, agar segera menindaklanjuti .
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jalan ini rusak sudah lama, sering bikin celaka. Kami protes supaya diperhatikan, bukan cuma ditambal seadanya,” ujar salah seorang warga.
Menanggapi hal itu, Dinas PUPR Provinsi Jawa Tengah menyatakan telah menganggarkan dana sebesar Rp5,276 miliar untuk perbaikan ruas tersebut dan saat ini sudah memasuki tahap lelang. Pemerintah juga mengusulkan tiga ruas jalan lain di Blora untuk mendapatkan pendanaan dari program Inpres Jalan Daerah guna mempercepat perbaikan secara menyeluruh .
Warga berharap perbaikan tidak tertunda lagi, mengingat jalan tersebut sangat vital untuk menunjang perekonomian dan keamanan berkendara sehari-hari.
Jurnalis Mulyoko








