Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Goes To School Pencegahan Kekerasaan Terhadap Anak Dan Radikalisme Di SMK Itikurih Hibarna

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kab.Bandung | Kompas1.id
Upaya penguatan pencegahan kekerasan terhadap anak sekaligus penangkalan paham radikalisme di lingkungan pendidikan terus dilakukan SMP-SMK Itikurih Hibarna, Melalui kegiatan Goes to School: Sosialisasi Pencegahan Radikalisme di Sekolah, Pada Senin (25/05/2026).
‎
‎Kegiatan yang digelar di Aula Gedung Dukuh Kapilawastu hadir di antaranya Pemerintah Kabupaten Bandung, Bunda Bedas Hj. Emma Dety Permanawati. S.Pd.I., M.M. Dinas Pendidikan, Dinas Dalduk dan PPA, serta kepolisian, termasuk Tim Densus 88 Anti Teror Polri, Camat Ciparay Anjar Lugiyana, S.IP., M.IP., Kapolsek Ciparay AKP Sugiharto Rudi Hartono, S.H., M.H., turun, Kepala UPTD DALDUK PK kec.Ciparay, hingga kepala sekolah se-Sub Rayon 08.
‎
‎Kepala SMP-SMK Itikurih Hibarna, Supratman, A.Ma., menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter sekaligus adaptasi teknologi di dunia pendidikan di era digital.
‎
‎Menurutnya, perkembangan teknologi tidak dapat dihindari dan harus dihadapi dengan pendekatan edukatif yang terukur, termasuk dalam pemanfaatan gawai dan pengenalan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan sekolah.
‎
‎Dalam kesempatan tersebut, Supratman juga memberikan penjelasan panjang terkait pola pengawasan peserta didik yang diterapkan pihak sekolah.
‎
‎“Kami di sekolah tidak menutup mata terhadap perkembangan teknologi. Justru kami mendorong anak-anak untuk melek digital, mengenal coding, dan memahami artificial intelligence sebagai bekal masa depan mereka.
‎
‎Momentum Perkuat Kolaborasi Pendidikan di Kabupaten Bandung
‎Namun di sisi lain, kami juga harus memastikan bahwa penggunaan teknologi ini tidak disalahgunakan. Oleh karena itu, ada aturan yang jelas, ada batasan yang tegas, dan ada pengawasan yang dilakukan secara berkala,” ujar Supratman.
‎
‎“Gawai siswa kami kumpulkan selama jam pelajaran, bukan untuk membatasi kreativitas, tetapi untuk memastikan mereka fokus pada proses belajar.
‎
‎Di luar jam sekolah, kami tetap melakukan kolaborasi dengan orang tua, karena pengawasan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Ada dunia rumah yang juga sangat menentukan pembentukan karakter anak,” lanjutnya.
‎
‎“Kami juga melakukan evaluasi setiap semester bersama orang tua. Kami melihat bukan hanya aplikasi yang digunakan, tetapi juga pola interaksi digital mereka, riwayat penggunaan, hingga potensi risiko yang mungkin muncul.
‎
‎Ini bukan bentuk intervensi berlebihan, tetapi bagian dari upaya perlindungan anak di era digital yang serba terbuka,” tambahnya.
‎
‎Pihak sekolah menegaskan bahwa pengawasan peserta didik tidak dapat sepenuhnya dilakukan oleh institusi pendidikan karena keterbatasan waktu.
‎
‎“Sekolah hanya memiliki waktu pengawasan sekitar delapan jam per hari, selebihnya berada dalam pengawasan orang tua di rumah,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.
‎
‎Melalui sosialisasi ini, SMP-SMK Itikurih Hibarna menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi Sekolah Ramah Anak, dengan fokus pada pencegahan kekerasan fisik, psikis, seksual, dan perundungan, penguatan edukasi hak anak, sistem pengaduan yang responsif, serta peningkatan partisipasi aktif siswa.
‎
‎Sementara itu, Camat Ciparay Anjar Lugiyana, S.IP., M.IP., Sangat mengapresiasi kegiatan go to schol yang di gelar SMK Itikurih Hibarna tersebut, dalam upaya penguatan karakter serta sekolah ramah anak dan juga pencegahan Radikalisme.
‎
‎”Pemerintahan kecamatan Ciparay sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar SMK Itikurih Hibarna dengan  go to School denga Sosialisasi Pencegahan Radikalisme di Sekolah untuk penguatan karakter para siswa siswi  khususnya di SMK Itikurih Hibarna ini”,jelas Anjar.
‎
‎Ia juga menambahkan,”Upaya pencegahan radikalisme di sekolah dapat dilakukan melalui pendekatan kurikulum, penguatan karakter, dan literasi digital. Sekolah perlu menanamkan nilai-nilai kebhinekaan, memperkuat pemahaman agama yang moderat, serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa dan organisasi kerohanian di lingkungan pendidikan”,tuturnya.
‎
‎Ia berharap dengan kegiatan ini bisa mencegah terjadi nya radikalisme di lingkungan pendidikan, Khususnya di wilayah kecamatan Ciparay salah satu nya SMK Itikurih Hibarna supaya mewujudkan sekolah ramah anak, pungkasnya.**(Asdil)
‎

Baca Juga:  Bandara Husein Bersiap Dibuka Kembali, Menata Kebangkitan Ekonomi dan Pariwisata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Sabtu, 26 September 2026 - 08:41 WIB

Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan

Berita Terbaru