Pemkab Bandung Hadirkan Tiga Inovasi Baru untuk Pengembangan dan Pelestarian Budaya

- Penulis

Senin, 25 Mei 2026 - 01:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas. 1. Id.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) secara resmi memperkenalkan tiga inovasi unggulan sebagai wujud komitmen nyata dalam melestarikan dan memajukan warisan budaya Kabupaten Bandung di era digital.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad, menjelaskan bahwa ketiga inovasi tersebut merupakan bagian dari program prioritas kebudayaan yang sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Bandung, sekaligus menjadi implementasi dari 57 rencana aksi Bupati Bandung.

“Kami sangat bangga dapat mempersembahkan tiga inovasi ini sebagai wujud nyata komitmen Pemkab Bandung dalam memajukan dan melestarikan kebudayaan di Kabupaten Bandung. Insya Allah kita wujudkan di tahun 2026,” Jelas Irvan saat berbincang dengan rekan media di Gedong Budaya Soreang, Sabtu (23/5/26).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga Inovasi Unggulan Pelestarian Budaya
1. Museum Digital Sejarah (MDS) Kabupaten Bandung
Inovasi pertama hadir sebagai media edukasi sejarah yang inovatif, menggabungkan teknologi modern dengan nilai-nilai luhur sejarah Kabupaten Bandung. Melalui MDS, masyarakat khususnya generasi muda dapat mempelajari sejarah daerah dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.

“MDS ini adalah cara kami untuk mendekatkan sejarah serta kecintaan terhadap sejarah daerah kepada generasi muda. Kami ingin mereka belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan yang relevan dengan perkembangan teknologi digital,” jelas Irvan .
Fitur unggulan MDS meliputi pemanfaatan film sebagai media pemajuan kebudayaan, pengembangan kreativitas dan industri digital, serta kunjungan virtual ke situs-situs bersejarah di Kabupaten Bandung lengkap dengan informasi dan foto-foto.

2. Sistem Aplikasi Database Kebudayaan BEDAS (Sadaya Bedas)
Inovasi kedua merupakan instrumen penting untuk menjawab kebutuhan data kebudayaan yang akurat dan komprehensif. Melalui pendataan yang sistematis, data yang terkumpul berfungsi sebagai big data kebudayaan.
“Sadaya Bedas ini adalah fondasi dari semua program kebudayaan kami. Dengan data yang akurat, kami dapat merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan efektif dalam memajukan kebudayaan di Kabupaten Bandung,” kata Irvan Ahmad .

Baca Juga:  Polres Lahat, Polda Sumsel Kawal dan Amankan Pemberangkatan Jamaah Haji Kab. Lahat

Big data kebudayaan ini nantinya dimanfaatkan sebagai dasar perumusan kebijakan, perencanaan program pemajuan dan pelestarian, hingga pendidikan kebudayaan .
3. Program Sapa Pesona Budaya (PASOSORE BEDAS)
Inovasi ketiga membuka kesempatan bagi lingkung seni se-Kabupaten Bandung untuk unjuk kemampuan melalui acara PASOSORE BEDAS, yang menjadi wadah pengembangan ekosistem seni dan budaya local.
Dukungan terhadap Warisan Budaya Tak Benda

Komitmen pelestarian budaya Kabupaten Bandung juga dibuktikan dengan penetapan 66 karya budaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026. Kabupaten Bandung sendiri memiliki beberapa karya budaya yang ditetapkan, termasuk Miasih Nagara Gunung Pandang yang merupakan adat istiadat, ritus, dan perayaan-perayaan tradisional.

Irvan menambahkan bahwa ketiga inovasi unggulan ini adalah jawaban atas tantangan zaman dan kebutuhan masyarakat akan pelestarian serta pengembangan budaya yang adaptif .
Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung juga rutin mengadakan festival, pentas seni, dan menyediakan fasilitas latihan untuk mendukung pelibatan generasi muda dalam upaya pelestarian budaya.
Melalui berbagai program inovatif ini, Pemkab Bandung berharap dapat menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas daerah untuk diwariskan kepada generasi mendatang .

Kabupaten Bandung yang dikenal memiliki kekayaan budaya, termasuk beragam kaulinan barudak atau permainan tradisional yang tumbuh di tengah masyarakat. Di tengah perkembangan zaman dan maraknya gawai, kaulinan ini perlu terus dilestarikan karena mengandung nilai kebersamaan, kegembiraan, gotong royong, serta pembentukan karakter anak. Pelestarian kaulinan barudak menjadi penting agar warisan budaya Sunda tidak hilang dan tetap diwariskan kepad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jembatan Landau Badai Tak Kunjung Rampung, Warga Desak Pemerintah dan Legislator Segera Bertindak
Jembatan Desa Landau Badai Tak Kunjung Selesai, Warga Desak Pemerintah dan Wakil Rakyat Bertindak Nyata
Dandim 0412/LU Tutup Pelatihan Persami KKRI 2026 di MAN 2 Lampung Utara, Tekankan Disiplin dan Bela Negara
Jembatan Desa Landau Badai Tak Kunjung Selesai, Warga Desak Pemerintah dan Wakil Rakyat Bertindak Nyata
Prabowo Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui, Akhiri Hambatan Jarak Akses Layanan Kesehatan di Pesisir Barat
IWOI Purworejo Hadiri Sarasehan Ormas, Komitmen Jaga Kerukunan dan Kondusivitas Daerah
DPD IKATAN WARTAWAN ONLINE PURWOREJO atau IWOI PURWOREJO menghadiri undangan acara sarasehan ormas yg di gelar oleh badan kesbangpol Pemkab Purworejo
Penyaluran BLT Dana Desa 2026 di Desa Baru Berjalan Lancar dan Tertib
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:46 WIB

Jembatan Landau Badai Tak Kunjung Rampung, Warga Desak Pemerintah dan Legislator Segera Bertindak

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:33 WIB

Jembatan Desa Landau Badai Tak Kunjung Selesai, Warga Desak Pemerintah dan Wakil Rakyat Bertindak Nyata

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:27 WIB

Dandim 0412/LU Tutup Pelatihan Persami KKRI 2026 di MAN 2 Lampung Utara, Tekankan Disiplin dan Bela Negara

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:13 WIB

Jembatan Desa Landau Badai Tak Kunjung Selesai, Warga Desak Pemerintah dan Wakil Rakyat Bertindak Nyata

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:50 WIB

Prabowo Resmikan RSUD K.H. Muhammad Thohir Krui, Akhiri Hambatan Jarak Akses Layanan Kesehatan di Pesisir Barat

Berita Terbaru