Penguatan Manajemen Jejaring, Dinkes Fokus Preventif dan Promotif Kesehatan

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 04:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kapasitas manajemen jejaring kesehatan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Penguatan Kapasitas Manajemen Jejaring Kota Pekalongan Tahun 2026 yang digelar di Hotel Khas Pekalongan, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur layanan kesehatan, mulai dari puskesmas, klinik swasta, praktik dokter mandiri, hingga praktik bidan mandiri sebagai bentuk kolaborasi lintas fasilitas kesehatan untuk mendukung program prioritas Kementerian Kesehatan.

Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf menegaskan bahwa penguatan jejaring kesehatan menjadi langkah penting dalam menjaga komitmen Kota Pekalongan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam mempertahankan Universal Health Coverage (UHC). Menurutnya, penguatan jejaring tidak hanya melibatkan Dinas Kesehatan semata, tetapi juga seluruh elemen pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini penguatan jejaring dari Dinas Kesehatan, bukan hanya dari Dinas Kesehatan saja, tetapi juga puskesmas, posyandu, rumah sakit masyarakat, praktik dokter mandiri dan lainnya. Mudah-mudahan komitmen Kota Pekalongan terhadap kesehatan masyarakat semakin kuat, terutama melalui penguatan jejaring ini,” tutur Wali Kota Aaf.

Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini Kota Pekalongan masih menjadi satu-satunya daerah di wilayah Pekalongan Raya yang tetap mempertahankan status UHC. Hal tersebut dinilai menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Di Pekalongan Raya, hanya Kota Pekalongan yang masih UHC dan ini harus terus disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pelayanan kesehatan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Aaf juga menyoroti adanya perubahan pola penyakit di masyarakat. Jika sebelumnya penyakit seperti hipertensi dan diabetes banyak menyerang kelompok usia lanjut, kini penyakit tersebut mulai banyak ditemukan pada usia produktif.

“Kalau dulu hipertensi dan diabetes banyak dialami usia 50 tahun ke atas, sekarang usia 30 sampai 40 tahun sudah banyak yang terkena. Ini menunjukkan ada perubahan pola hidup dan pola makan masyarakat yang perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.

Selain penyakit tidak menular, ia juga menekankan pentingnya edukasi terkait kesehatan reproduksi, bahaya narkoba, dan penyebaran HIV di kalangan generasi muda. Menurutnya, edukasi tersebut harus diperkuat meskipun masih dianggap sebagai hal yang tabu oleh sebagian masyarakat.

Baca Juga:  Polsek Baleendah Buru Pelaku Pembunuhan di Jelekong

Ia mengungkapkan bahwa kasus HIV di Kota Pekalongan masih tergolong tinggi dan bahkan telah ditemukan kasus pada kalangan mahasiswa di sejumlah kampus di Kota Pekalongan.

“Edukasi tentang HIV dan bahaya narkoba harus diperkuat. Saya juga meminta ada penguatan jejaring dengan Dinas Pendidikan agar edukasi kepada generasi muda bisa berjalan lebih maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, dr. Indah Kurniawati menjelaskan bahwa arah kebijakan kesehatan saat ini terus berkembang mengikuti program prioritas Kementerian Kesehatan yang lebih menitikberatkan pada aspek promotif dan preventif.

Menurutnya, paradigma pelayanan kesehatan kini tidak lagi hanya fokus pada pengobatan atau kuratif, tetapi juga pada upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan pencegahan penyakit.

“Kementerian Kesehatan saat ini berupaya mengubah image bahwa kesehatan itu bukan hanya sisi kuratif atau pengobatan saja, tetapi juga promotif dan preventif. Promotif itu meningkatkan status kesehatan, misalnya melalui perbaikan gizi, sedangkan preventif adalah mencegah penyakit,” jelas dr. Indah.

Ia menerangkan bahwa, kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas perwakilan puskesmas, 10 klinik, tiga dokter praktik mandiri, dan satu praktik bidan mandiri di Kota Pekalongan.

Lanjutnya, penguatan jejaring dilakukan dengan menjadikan puskesmas sebagai pusat pembina layanan kesehatan di masing-masing wilayah. Nantinya, fasilitas kesehatan swasta di sekitar wilayah kerja puskesmas akan menjadi bagian dari jejaring layanan kesehatan masyarakat.

“Misalnya Puskesmas Bendan, di sekitarnya ada dokter praktik swasta, maka itu menjadi bagian jejaring layanan masyarakat. Jejaring ini dikembangkan untuk mendukung keberhasilan program prioritas Kementerian Kesehatan,” katanya.

Beberapa program prioritas yang menjadi fokus dalam penguatan jejaring tersebut antara lain pengendalian Tuberkulosis (TBC), pelaksanaan cek kesehatan gratis, serta peningkatan layanan promotif dan preventif lainnya.

dr. Indah berharap melalui penguatan manajemen jejaring ini, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Pekalongan dapat bergerak secara terpadu dan selaras dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Kami ingin seluruh fasilitas kesehatan, termasuk swasta, memahami perkembangan program prioritas Kementerian Kesehatan sehingga mampu mendukung peningkatan status kesehatan masyarakat Kota Pekalongan,” pungkasnya.

(Mulyoko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelaku Penggelapan Sepeda Motor Sdr. MM diamankan Polsek Baleendah
Keluhan Nasabah: Pelayanan CS Bank BJB Cabang Soreang Dinilai Lambat, Antrean Menumpuk
Mengarungi Badai Depresiasi: Ketika Rupiah Menyentuh Rp17.718 per Dolar AS
Metro Jabar Trans: Solusi Nyaman Atasi Kemacetan Bandung Raya
Menilik Kembali Esensi Waris: Menjaga Amanah Melalui Kepastian Hukum
Lalu Lintas Jalan Peta Bandung Kembali Padat Usai Long Weekend, Volume Kendaraan Terus Meningkat
397,6 Juta Anggaran TPT dan Jembatan JUT Desa Maniis Disorot, RAB Siskeudes Dinilai Tak Jelaskan Output Fisik.
Kaya Hasil Bumi, Masyarakat Pribumi Kalimantan Merasa Belum Menjadi Tuan di Tanah Sendiri
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 04:43 WIB

Penguatan Manajemen Jejaring, Dinkes Fokus Preventif dan Promotif Kesehatan

Rabu, 20 Mei 2026 - 04:35 WIB

Pelaku Penggelapan Sepeda Motor Sdr. MM diamankan Polsek Baleendah

Rabu, 20 Mei 2026 - 04:02 WIB

Keluhan Nasabah: Pelayanan CS Bank BJB Cabang Soreang Dinilai Lambat, Antrean Menumpuk

Rabu, 20 Mei 2026 - 03:44 WIB

Mengarungi Badai Depresiasi: Ketika Rupiah Menyentuh Rp17.718 per Dolar AS

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:58 WIB

Menilik Kembali Esensi Waris: Menjaga Amanah Melalui Kepastian Hukum

Berita Terbaru