Jembatan Rapuh di Kecamatan Serawai Memprihatinkan, Truk Nyaris Terbalik Saat Melintas

- Penulis

Rabu, 13 Mei 2026 - 03:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serawai, Sintang Kompas1.id
– Kondisi sejumlah jembatan di wilayah Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, kian memprihatinkan. Sebagian besar jembatan berbahan kayu kini dalam kondisi rusak berat, lapuk, berlubang, dan tak lagi layak pakai, sehingga membahayakan siapa saja yang melintas setiap hari.

Kondisi memprihatinkan ini kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah peristiwa nyaris berbahaya terjadi: sebuah truk bermuatan nyaris terbalik saat melintasi salah satu jembatan kayu di wilayah tersebut. Dari foto yang beredar luas di media sosial, terlihat jelas lantai jembatan amblas dan patah, membuat roda kendaraan masuk ke celah papan yang sudah lapuk dimakan usia. Kejadian itu dinilai warga sebagai bukti nyata buruknya kondisi infrastruktur di daerah pedalaman ini.

Bagi masyarakat setempat, kerusakan jembatan bukanlah masalah baru. Sudah bertahun-tahun mereka terpaksa menggunakan akses transportasi yang berisiko tinggi, baik untuk mengangkut hasil kebun, membawa kebutuhan pokok, material bangunan, maupun sekadar beraktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jembatan di Kecamatan Serawai rata-rata kondisinya sudah lapuk semua. Kalau musim hujan, bahayanya bertambah karena papan jadi licin dan banyak bagian yang sudah goyang tak menentu,” ungkap salah seorang warga setempat.

Situasi ini membuat warga selalu diliputi kekhawatiran setiap kali harus melintas. Pengendara roda dua maupun roda empat terpaksa berjalan sangat pelan, bahkan harus bergantian melewati jembatan, karena takut bangunan itu roboh sewaktu-waktu saat ditumpangi.

Baca Juga:  Ramai Isu Potongan Ganda Iuran BPJS, Begini Penjelasan Resmi BPJS Kesehatan Sukabumi

Tak hanya mengancam keselamatan, kerusakan parah jembatan juga berdampak langsung pada roda perekonomian warga. Distribusi hasil pertanian dan perkebunan menjadi terhambat, sebab banyak sopir kendaraan besar mulai enggan dan khawatir melintasi jalur berisiko tersebut. Jika dibiarkan terus berlanjut, dikhawatirkan masyarakat di wilayah pedalaman ini akan semakin sulit mengakses perdagangan, fasilitas pendidikan, hingga pelayanan kesehatan yang memadai.

Oleh karena itu, warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan menyeluruh serta melakukan perbaikan secara permanen. Menurut masyarakat, perbaikan sementara sekadar mengganti papan kayu saja sudah tidak memadai, karena kerusakan ternyata sudah meluas hingga ke bagian pondasi dan rangka utama jembatan akibat usia pakai yang lama dan beban kendaraan berat yang sering lewat.

Masyarakat juga meminta perhatian serius pemerintah untuk pembangunan infrastruktur di wilayah mereka, mengingat jembatan-jembatan tersebut merupakan jalur penghubung vital antar desa. Solusi jangka panjang yang diharapkan adalah pembangunan jembatan beton, agar akses transportasi menjadi aman, kuat, dan nyaman untuk jangka waktu panjang.

Peristiwa truk yang nyaris terbalik itu menjadi peringatan keras: kerusakan infrastruktur bukan sekadar menghambat aktivitas, melainkan sudah mengancam keselamatan jiwa. Warga berharap sebelum terjadi kecelakaan fatal yang merenggut korban, pemerintah segera mengambil langkah nyata demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Serawai.

 

Repoerter Eefendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada Modus Penipuan Spam Internasional via WhatsApp: Tinjauan Hukum dan Langkah Mitigasi
Pelajar SMA Diserang Saat Berangkat Sekolah, Diduga Jadi Korban Pembegalan di Bumi Nabung
Tindak Lanjut Laporan Warga, Polsek Baleendah Amankan Pelaku Pencurian HP di RSUD Welas Asih
Peringatan Keras: Peredaran Obat Keras Golongan G Tanpa Izin Edar di Cikarang Selatan Terancam Hukuman Berat
Hadiat Laksanakan Reses, Fokus Menampung Aspirasi dan Keluhan Warga
Kompolnas RI Lakukan Visitasi ke Polsek Metro Pusat dalam Penilaian Kompolnas Awards 2026
Perkuat Sinergitas Penegak Hukum, Kapolres Way Kanan AKBP Ramadhona Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri
Pakuan Ratu Tangkap DPO Kasus Pencurian TBS Sawit di Belitang Jaya
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:43 WIB

Waspada Modus Penipuan Spam Internasional via WhatsApp: Tinjauan Hukum dan Langkah Mitigasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Pelajar SMA Diserang Saat Berangkat Sekolah, Diduga Jadi Korban Pembegalan di Bumi Nabung

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Tindak Lanjut Laporan Warga, Polsek Baleendah Amankan Pelaku Pencurian HP di RSUD Welas Asih

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Peringatan Keras: Peredaran Obat Keras Golongan G Tanpa Izin Edar di Cikarang Selatan Terancam Hukuman Berat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Hadiat Laksanakan Reses, Fokus Menampung Aspirasi dan Keluhan Warga

Berita Terbaru