Kedaulatan Farmasi: Jangan Biarkan Nyawa Rakyat Bergantung pada Impor

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Kesehatan merupakan pilar utama ketahanan sebuah bangsa. Namun, realita saat ini menunjukkan fakta yang sangat mencemaskan. Sektor farmasi Indonesia dinilai masih berada dalam kondisi “ketergantungan kronis” terhadap produk luar negeri. Data menunjukkan bahwa sekitar 94 persen Bahan Baku Obat (BBO) masih harus didatangkan dari luar negeri.

Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan sebuah alarm bahaya yang mengancam nyawa jutaan rakyat.

Rapuhnya Ketahanan Kesehatan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketergantungan yang nyaris total pada impor membuat harga dan ketersediaan obat di dalam negeri menjadi sangat rentan terhadap gejolak global. Ketika rantai pasok terganggu, konflik geopolitik pecah, atau nilai tukar mata uang bergejolak, rakyat kecil-lah yang paling pertama menanggung akibatnya. Obat bisa menjadi langka, atau harganya melambung tinggi hingga tidak terjangkau masyarakat.

“Kita tidak boleh lupa pada pelajaran pahit saat pandemi lalu. Saat akses global tertutup, negara yang tidak mandiri dalam produksi obat akan dipaksa ‘mengantre’ di barisan paling belakang untuk menyelamatkan warganya sendiri,” tulis analisis tersebut.

Paradoks Impor Murah vs Kemandirian

Seringkali muncul argumen bahwa impor lebih murah daripada memproduksi sendiri. Memang, membangun industri bahan baku di dalam negeri membutuhkan investasi besar dan riset jangka panjang. Namun, kesehatan masyarakat tidak boleh hanya dihitung berdasarkan untung-rugi jangka pendek.

Baca Juga:  Bupati Kuningan Cek Langsung 'Diego', Sapi Kurban Jumbo Pemberian Presiden Prabowo Subianto

Terus-menerus memilih jalur impor murah dinilai sebagai langkah yang membunuh potensi industri kimia nasional. Jika tidak mulai membangun ekosistem produksi dari sekarang, Indonesia selamanya hanya akan menjadi pasar bagi negara lain.

Butuh Langkah Nyata, Bukan Sekadar Wacana

Untuk mewujudkan kemandirian di sektor kesehatan, diperlukan tindakan konkret dari pemerintah dan pemangku kepentingan. Beberapa langkah strategis yang diperlukan antara lain:

1. Insentif Radikal: Memberikan kemudahan pajak dan dukungan finansial bagi perusahaan farmasi yang berani memproduksi bahan baku di dalam negeri.
2. Pangkas Birokrasi: Mempercepat proses perizinan riset dan produksi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan standar kesehatan.
3. Prioritas Produk Lokal: Memastikan pengadaan obat di fasilitas kesehatan pemerintah wajib menggunakan produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.

Kesimpulan
Kedaulatan kesehatan adalah harga mati. Kita tidak boleh membiarkan nasib jutaan nyawa rakyat berada di tangan kebijakan ekspor negara lain. Sudah saatnya bergerak dari ekonomi konsumsi menuju ekonomi produksi di sektor farmasi. Sebelum krisis berikutnya datang, kemandirian adalah satu-satunya jalan keluar.

Oleh: BOB HARIAWAN
KABIRO KOTA BANDUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di 37 Provinsi, Percepat Akses Ekonomi dan Pemerataan Hingga Pelosok
TNI AD Percepat Solusi Krisis Air Bersih, Dandim 0412/LU Tinjau Langsung Progres Sumur Bor di Sribasuki
Polisi Way Kanan Bekuk Diduga Pelaku Larikan dan Cabuli Anak di Bawah Umur
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Penyelesaian Jembatan Perintis Garuda, Tahap Pemasangan Lantai dan Pengecatan Dimulai
Bupati Tanggamus Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Raih WTP Dua Kali Berturut-turut
Hari Bhayangkara ke 80, Kapolres Salurkan Bansos Kepada Warga Lansia di Sriwijaya
Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Way Kanan Salurkan Bantuan Air Bersih di Km 10
Masalah Pendidikan di Ngingasrembyong Belum Tuntas, Janji Kusdianto Siapkan Langkah Lanjutan (Part 2)
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:10 WIB

Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah di 37 Provinsi, Percepat Akses Ekonomi dan Pemerataan Hingga Pelosok

Selasa, 23 Juni 2026 - 02:27 WIB

Polisi Way Kanan Bekuk Diduga Pelaku Larikan dan Cabuli Anak di Bawah Umur

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:32 WIB

Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Penyelesaian Jembatan Perintis Garuda, Tahap Pemasangan Lantai dan Pengecatan Dimulai

Senin, 22 Juni 2026 - 12:38 WIB

Bupati Tanggamus Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Raih WTP Dua Kali Berturut-turut

Senin, 22 Juni 2026 - 12:29 WIB

Hari Bhayangkara ke 80, Kapolres Salurkan Bansos Kepada Warga Lansia di Sriwijaya

Berita Terbaru