Rupiah Tembus Rp17.400 per Dolar AS, Bank Indonesia Batasi Pembelian Valas hingga US$25 Ribu per Bulan

- Penulis

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Kompas1.id
— Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.400 per dolar AS dalam perdagangan terbaru. Pelemahan ini mendorong Bank Indonesia (BI) mengambil langkah tegas dengan memperketat aturan pembelian valuta asing (valas), khususnya dolar AS, oleh individu.

Dalam kebijakan terbarunya, BI menetapkan batas maksimal pembelian dolar AS sebesar US$25.000 per bulan per nasabah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan permintaan valas di pasar domestik yang meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI menjelaskan bahwa lonjakan permintaan dolar dipicu oleh berbagai faktor eksternal, termasuk penguatan ekonomi Amerika Serikat, kenaikan suku bunga global, serta meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan dunia. Kondisi ini membuat investor cenderung beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembatasan ini bukan untuk menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, melainkan untuk memastikan permintaan valas tetap sehat dan tidak bersifat spekulatif,” ujar perwakilan BI dalam keterangan resminya.

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari dalam negeri, seperti meningkatnya kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri oleh korporasi. Kombinasi faktor tersebut menyebabkan tekanan ganda pada mata uang Garuda.

Baca Juga:  CEPAT VIRALNYA KASUS PENGEROYOKAN, POLSEK MARGAASIH GENCAR LAKUKAN OPERASI PREMANISME DI PASAR DIMENSI LAGADAR

Kebijakan pembatasan pembelian dolar ini berlaku bagi transaksi di perbankan dan money changer resmi. Nasabah yang ingin membeli valas dalam jumlah besar diwajibkan menyertakan dokumen pendukung yang menunjukkan tujuan penggunaan dana secara jelas, seperti untuk keperluan pendidikan, perjalanan, atau investasi luar negeri.

Pelaku pasar menilai kebijakan ini dapat membantu meredam gejolak jangka pendek, namun tidak serta-merta menjadi solusi permanen. Ekonom menekankan pentingnya langkah lanjutan seperti intervensi pasar, penguatan cadangan devisa, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Di sisi lain, masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying dolar yang justru dapat memperburuk kondisi nilai tukar. BI memastikan akan terus memantau perkembangan pasar dan siap mengambil langkah tambahan jika tekanan terhadap rupiah berlanjut.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap stabilitas rupiah dapat terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.Jurnalis Joepin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru