Ini Penyebab Kericuhan di Bandung, Kapolda: Bukan Buruh atau Mahasiswa, tapi Kelompok Anarko

Berita273 Dilihat


Insiden kericuhan dan aksi anarkis yang terjadi di kawasan Jalan Tamansari hingga Dago, Kota Bandung, pada Jumat malam (1/5/2026) menjadi sorotan tajam publik. Pihak kepolisian akhirnya membeberkan penyebab kejadian sekaligus memberikan tanggapan tegas terkait peristiwa tersebut.

Penyebab Kericuhan

banner 336x280

Berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, kericuhan dipicu oleh aksi sekelompok orang tak dikenal yang diduga merupakan kelompok anarko yang bertindak secara terencana.

Berikut kronologi dan pemicunya:

Awalnya Kondusif: Pagi hingga sore hari, peringatan Hari Buruh Internasional berjalan aman. Aksi unjuk rasa yang dilakukan elemen mahasiswa di depan Gedung DPRD Jabar dan kawasan Jatinangor pun selesai secara tertib sekitar pukul 17.00 WIB.
Menyusup dan Memisahkan Diri: Kelompok pelaku diduga menyusup ke dalam barisan massa, namun kemudian memisahkan diri setelah massa asli bubar. Aksi Terencana: Sekitar 150 orang yang berpakaian serba hitam dan menutupi wajah ini tidak membawa tuntutan aspirasi. Mereka justru membawa bahan bakar untuk bom molotov dan benda keras, lalu melakukan perusakan secara membabi buta. Sasaran Kerusakan: Mereka membakar pos polisi, merusak lampu lalu lintas, kamera CCTV, videotron, hingga kios warga, serta memblokade jalan yang memicu kepanikan masyarakat.

Tanggapan Kapolda Jabar

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, secara tegas memberikan klarifikasi dan tanggapan terkait insiden malam tersebut.

Pelaku Bukan Massa Buruh atau Mahasiswa
Kapolda menegaskan bahwa pelaku kericuhan sama sekali bukan berasal dari elemen buruh maupun mahasiswa yang menyampaikan aspirasi.

“Tidak ada agenda buruh hari ini. Yang ada hanya aksi mahasiswa yang sudah bubar dengan tertib. Ini adalah kelompok lain yang murni ingin merusak dan membuat kekacauan,” ujar Irjen Rudi.
Identitas Pelaku
Berdasarkan ciri-ciri fisik dan pola tindakan, polisi mengidentifikasi mereka sebagai kelompok anarko.

“Ini bukan kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum, ini adalah perbuatan kriminal yang membahayakan keselamatan masyarakat dan petugas. Negara hadir untuk melindungi warga, bukan membiarkan fasilitas umum dirusak,” tegasnya.

Tindakan Tegas Akan Ditempuh
Kapolda memastikan bahwa situasi saat ini sudah terkendali dan arus lalu lintas kembali normal. Pihaknya juga sudah mengamankan sejumlah pelaku beserta barang bukti.

“Ini tindakan pidana yang jelas merugikan banyak pihak. Kami akan proses sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada kompromi untuk tindakan anarkis seperti ini,” pungkas Kapolda yang turun langsung memimpin operasi pengamanan di lapangan.

#KericuhanBandung #MayDay #KapoldaJabar #Keamanan #Anarko

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *